Foto: Ilustrasi.

Malang, BeritaTKP.com – Sebanyak 5 tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Malang akan melakukan pemungutan suara ulang (PSU). TPU digelar kembali pada 5 TPS tersebut lantaran ada pemilih yang tidak terdaftar namun oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tetap dilayani.

“Ada pemilih yang tidak terdaftar di Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) datang dan diberi surat suara untuk memilih,” ujar Komisioner KPU Kabupaten Malang Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) Marhaendra Pramudya Mahardika, dikutip dari inewsjatim, Kamis (22/2/2024).

Mahardika menjelaskan, bentuk pelanggaran adanya DPTb di lima TPS itu merata dengan total jumlah pemilih 11 orang. Jumlah ini sesuai dengan hasil temuan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) serta telah melalui kajian dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang.

Secara rinci, ada dua orang terduga penyusup di TPS 4 Desa Senggreng, satu orang masing-masing di TPS 4, TPS 16 Desa Senggreng dan TPS 3 Desa Bendosari serta TPS 4 Desa Sekarpuro sebanyak enam orang. “PSU di Desa Senggreng, Kecamatan Pakis, itu di TPS 2 PSU PPWP (Pemilihan Pilpres dan Wakil Presiden), TPS 4 PSU PPWP dan DPD (Dewan Perwakilan Daerah), TPS 16 PSU PPWP,” katanya.

Di Kecamatan Pujon, Desa Bendosari, ada satu TPS yakni di TPS 3 yang melakukan coblosan ulang pada pilpres, DPD, DPR RI, dan DPRD provinsi. Kemudian di Kecamatan Pakis, terdapat satu TPS di Desa Sekarpuro, yakni TPS 4 yang melakukan coblosan ulang PPWP, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten Malang. “Ketiga kecamatan itu seluruhnya dilaksanakan pada Jumat 23 Februari 2024. Untuk logistik aman. Ini nanti sudah minta ke KPU provinsi, hari ini dikirimkan logistik,” ujarnya.

Mahardika memastikan, bila coblosan ulang di 5 TPS tersebut tidak mempengaruhi proses tahapan pemilu yang kini berada di tingkat kecamatan. “Kan sendiri-sendiri rekap di kecamatan, kan desa yang membacakan, terus kalau ada yang PSU, sudah selesai ya nanti tinggal disusulkan untuk pembacaan di setiap desa yang PSU,” ucapnya. (Din/RED)