METRO, BeritaTKP.com – Kematian tragis yang menimpa seorang dokter muda sekaligus mahasiswa koas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Muhammad Zulfikar Drake (25), di Kota Metro, Lampung, hingga kini masih menjadi sorotan publik dan dalam penyelidikan intensif kepolisian.
Korban yang berasal dari Mentawa Baru Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, ditemukan tak bernyawa di kamar mandi Guest House Sakinah, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Metro Pusat, pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Semasa hidupnya, Zulfikar tengah menjalani kewajiban profesi dokternya (koas) di Rumah Sakit Sukadana, Kabupaten Lampung Timur.
Berikut adalah rangkuman fakta-fakta penting terkait penemuan jenazah dokter muda tersebut:
- Polisi Belum Simpulkan Penyebab Kematian Kapolres Metro, AKBP Hangga Utama Darmawan, menyatakan bahwa jajaran penyidik Satreskrim dan Tim Inafis masih bekerja keras mengumpulkan bukti serta meminta keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti kematian korban. Pihak kepolisian menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kesimpulan yang mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan. “Masih dalam proses pendalaman. Tim penyelidik masih bekerja mengumpulkan keterangan dan fakta di lapangan. Belum ada kesimpulan mengarah ke pembunuhan,” ujar Hangga, Kamis (23/7/2026). Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi.
- Terungkap Berkat Rekan yang Curiga Korban Sulit Dihubungi Jenazah Zulfikar pertama kali ditemukan bermula dari kecurigaan seorang rekan korban yang kesulitan menghubunginya melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp. Rekan korban kemudian mendatangi guest house dan meminta bantuan pengelola untuk memeriksa kamar Zulfikar. Menurut penjaga Guest House Sakinah, Hendri, pihaknya sempat mengetuk pintu kamar nomor 126 namun tidak mendapat jawaban. Ketika pintu akhirnya dibuka paksa atau diperiksa, korban ditemukan sudah tergeletak di dalam area kamar mandi. Kejadian itu lantas dilaporkan kepada ketua lingkungan dan diteruskan ke pihak kepolisian.
- Sudah Menginap Sejak Sebelum Ramadan Berdasarkan keterangan pihak pengelola penginapan, korban dikenal sebagai sosok yang tertib dan telah cukup lama tinggal di sana demi menunjang aktivitas pendidikannya. Zulfikar tercatat telah menyewa kamar di guest house tersebut sejak sebelum bulan Ramadan untuk memudahkan perjalanannya bolak-balik koas di RS Sukadana, Lampung Timur.
- Proses Evakuasi Sempat Menggegerkan Warga Sekitar Kedatangan mobil patroli kepolisian dan ambulans yang menyalakan sirene menjelang malam hari seketika membuat warga sekitar berkerumun di depan guest house. Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dan evakuasi jenazah yang berlangsung hingga pukul 21.00 WIB menyita perhatian publik. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Ahmad Yani Kota Metro untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut guna mengetahui penyebab kematiannya.(æ/red)





