ILUSTRASI.

Gresik, BeritaTKP.com – Dua orang warga Kabupaten Gresik dikabarkan terjangkit bakteri difteri. Penyakit menular yang menginfeksi saluran penafasan yakni hidung dan tenggorokan ini menyerang seorang anak warga Desa Sukowati, Kecamatan Bungah, dan satu orang dewasa yang merupakan warga asal Desa Suci, Kecamatan Manyar.

Kepala Dinas Kesehatan Gresik Mukhibatul Khusna menyebut, untuk anak warga Sukowati yang menderita difteri tersebut masih berusia 3 tahun. “Kita langsung melakukan identifikasi mengenai faktor risiko anak itu. Ada salah satu faktor yang kami temukan, yakni ada riwayat menolak imunisasi,” ujar Khusna.

“Kalau faktor lain seperti riwayat perjalanan luar kota atau riwayat kontak dengan pasien tidak ada.” Imbuh Khusna.

Soal penanganan, Khusna memastikan bahwa saat ini pihaknya telah membawa kedua pasien itu ke RSUD Ibnu Sina. Dengan demikian kedua pasien itu bisa ditangani dengan lebih baik. “Saat ini kondisinya sudah menunjukkan perkembangan yang baik. Sekarang masih dirawat di rumah sakit,” katanya.

Menurut artikel dinkes mojokerto, Difteri merupakan jenis penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang diawali dengan rasa sakit di tenggorokan, demam, lemas hingga membengkaknya kelenjar getah bening selaput lender. Jika terlambat dalam penanganan bakteri corynebacterium diphteriae ini dapat mengeluarkan racun yang merusak jantung, ginjal, hingga otak.

“Penyakit difteri ini juga bisa menyebar dari orang ke orang. Penularannya bisa saat menghirup atau menelan percikan cairan yang dikeluarkan penderita saat batuk atau bersin. Bahkan penularan juga bisa terjadi saat menyentuh benda yang sudah terkontaminasi cairan penderita,” kata Khusna.

Untuk menangani hal itu, Dinkes Gresik melakukan akan memberikan Anti Difteri Serum (ADS) kepada kedua pasien. Selanjutnya, untuk mengendalikan agar virus tidak menyebar, tim Dinkes melakukan penyelidikan epidermiologi dan surveilans.

Tidak hanya itu, Dinkes Gresik akan melakukan pengendalian di 2 desa itu dengan menggelar imunisasi ORI Difteri secara massal. Hal ini bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus.

Khusna mengimbau kepada masyarakat untuk tak perlu panik dan segera konsultasi kepada dokter jika mengalami gejala tak biasa. “Apabila terjadi gejala panas, batuk, nyeri saat menelan, flu, hingga bengkak pada leher segera periksa. Tanda difteri sudah menginfeksi tubuh manusia juga ditandai membran putih yang terlihat menutupi tenggorokan atas,” katanya. (Din/RED)