SURABAYA, BeritaTKP.com — Dua korban ledakan di Klaster Komersial San Antonio, Perumahan Pakuwon City, Surabaya, masih menjalani perawatan intensif di ICU RSUD Haji, Rabu (7/10/2026).
Keduanya sebelumnya mengalami luka bakar dalam insiden ledakan yang terjadi pada Selasa (6/10/2026) pagi.
Ketua Tim Subsubstansi Hukum dan Humas RSUD Haji, Masrur, mengatakan kedua korban telah menjalani tindakan debridement di kamar operasi oleh dokter bedah plastik pada Selasa.
“Kemarin sudah dilakukan debridement di kamar operasi oleh dokter bedah plastik,” ujar Masrur, Rabu (7/10/2026).
Kondisi Umum Baik dan Stabil
Saat ini kedua korban masih berada di ruang ICU untuk mendapatkan pemantauan dan perawatan lebih lanjut.
Menurut Masrur, kondisi keduanya secara umum baik. Tanda-tanda vital juga disebut berada dalam kondisi stabil.
“Hari ini kedua pasien dirawat di ICU. Kondisi secara umum baik. Vital sign stabil normal,” jelasnya.
Lima Orang Terluka
Sebelumnya, sebanyak empat korban ledakan sempat dievakuasi ke IGD RSUD Haji setelah insiden terjadi.
Para korban mengalami luka bakar dengan tingkat sekitar 13 hingga 18 persen.
Dua korban lainnya kemudian dirujuk ke RSUD Dr Soetomo karena mengalami trauma inhalasi.
Ledakan Rusak Puluhan Bangunan
Ledakan terjadi di kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Selasa pagi. Titik ledakan disebut berada di sekitar Rumah Makan Nasi Tempong Sri Dewi.
Peristiwa tersebut menyebabkan kaca berhamburan serta sejumlah bagian bangunan dan rumah warga mengalami kerusakan.
BPBD Surabaya mencatat 58 bangunan terdampak dan delapan kendaraan mengalami kerusakan. Total terdapat lima orang yang terluka dalam kejadian tersebut.
Polisi Selidiki Dugaan Kebocoran LPG
Polisi sementara menyatakan ledakan tersebut tidak berkaitan dengan bom.
Hasil pemeriksaan awal di lokasi mengarah pada dugaan kebocoran gas LPG. Meski demikian, penyebab pasti serta rangkaian kejadian masih dalam proses penyelidikan bersama tim laboratorium forensik.(æ/red)





