Lampung Utara, BeritaTKP.com – Bentrokan yang melibatkan puluhan anggota TNI dan warga di kawasan Taman Wisata Wayrarem, Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara, akhirnya berhasil diselesaikan secara damai. Pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda turun langsung melakukan mediasi guna meredam ketegangan yang sempat viral di media sosial.
Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, mengatakan seluruh pihak yang terlibat telah sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Menurutnya, langkah perdamaian juga mendapat dukungan dari keluarga kedua belah pihak.
“Pemerintah daerah bersama Forkopimda, Dandim, Kapolres, dan Ketua DPRD sudah turun langsung ke lokasi untuk memastikan situasi kembali kondusif. Kedua belah pihak juga telah membuka jalan perdamaian,” ujar Hamartoni, Jumat (5/6/2026).
Ia menambahkan, pihak TNI bersedia menanggung biaya pengobatan warga yang mengalami luka akibat insiden tersebut. Pemerintah daerah berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali mengingat pentingnya sinergi antara masyarakat dan aparat dalam menjaga keamanan wilayah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan bermula pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan Bendungan Wayrarem. Seorang pengendara motor yang melintas dengan knalpot bersuara keras mendapat teguran dari anggota TNI yang berada di lokasi. Teguran tersebut kemudian memicu adu mulut yang berujung pada perselisihan fisik.
Situasi semakin memanas hingga melibatkan sejumlah warga dan anggota TNI. Untuk mencegah konflik meluas, aparat desa bersama pihak terkait segera melakukan penanganan dan membawa delapan pemuda yang terlibat ke RSUD Ryacudu Kotabumi guna mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.
Video bentrokan yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kerumunan warga dan anggota TNI terlibat aksi saling dorong hingga adu jotos. Narasi yang beredar juga menyebut adanya pelajar di bawah umur yang mengalami luka dalam kejadian tersebut.
Meski demikian, setelah dilakukan mediasi oleh pemerintah daerah, TNI, dan kepolisian, situasi di Lampung Utara kini berangsur normal. Pemerintah daerah berharap insiden tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk mengedepankan komunikasi dan penyelesaian masalah secara damai guna menjaga kondusivitas daerah.(æ/red)





