Sidoarjo, BeritaTKP.com – Tiga oknum anggota Tentara Negara Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) diperiksa oleh Pomdam V/Brawilajaya. Ketiganya diperiksa lantaran diduga terlibat dengan kasus penggelapan kendaraan bermotor hasil curian di Gudang Balkir Pusat Zeni Angkatan Darat (Gudbalkir Pusziad), Buduran, Sidoarjo.

Kasus ini diduga melibatkan satu orang warga sipil dan tiga oknum YNI AD. Tersangka EI, warga sipil diduga dibantu anggota TNI AD dalam melancarkan aksinya untuk menyimpan kendaraan curian di Markas Gudbalkir Pusat Zeni Angkatan Darat (Pusziad) di Buduran, Sidoarjo.

Kasus ini merupakan pengembangan dari penyidikan sindikat curanmor yang berhasil diungkap oleh Polda Metro Jaya bersama Polda Jatim dan Pomdam V/Brawijaya. Di lokasi tersebut, ditemukan 215 unit kendaraan roda dua dan 49 unit kendaraan roda empat.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V/ Brawijaya Kolonel Infantri Rendra Dwi Ardani menyebut, identitas tiga oknum yang diperiksa itu antara lain Kopda AS, Praka J dan Mayor BPR. Rendra menambahkan, ketiga oknum anggota yang diperiksa itu bukanlah anggota organik Kodam V Brawijaya. “Ya mas ketiga oknum tersebut bukan anggota organik Kodam V. Namun karena fokus kejadian di wilayah Kodam V/Brawijaya sehingga penanganan dugaan penggelapan ini ditangani oleh Pomdam V/Brawijaya,” tegasnya.

Rendra melanjutkan, penyelidikan berawal dari pemeriksaan atas keterlibatan Kopda AS dalam kasus penggelapan kendaraan curian tersebut. Namun, dari hasil pemeriksaan tersebut muncul dua nama anggota lain yang saat ini sedang diperiksa yang diduga juga terlibat dalam kasus tersebut. “Ada 3 oknum prajurit dari Pusziad yang saat ini diperiksa di Pomdam V/Brawijaya yaitu Kopda AS, Praka J dan Mayor BPR,” ujarnya.

Rendra menuturkan, ketiga anggota TNI AD ini bukan anggota organik Kodam V/Brawijaya. Namun, karena locus kejadian di wilayah Kodam V/Brawijaya sehingga penanganan dugaan penggelapan ini ditangani oleh Pomdam V/Brawijaya. (Din/RED)