
Bojonegoro, BeritaTKP.com – Ribuan ikan di Sungai Bengawan Solo, Desa Pilangsari, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, ditemukan mati. Belum diketahui penyebab matinya ribuan ekor ikan itu. Diduga kuat, disebabkan karena air yang tercemar limbah. Pasalnya, air mengeluarkan bau tidak sedap.
Menurut warga setempat, fenomena ini sudah berlangsung sejak tiga hari terakhir. Mulanya warga menyadari ada bau busuk dari arah sungai. Ketika di cek, banyak ikan dengan jumlah tak terhitung mati. Ikan-ikan yang mati tersebut antara lain, ikan wader, tawes, keting, serta beragam jenis ikan kecil lainnya.
Warga menduga matinya ikan dan bau tak sedap disebabkan air sungai tercemar limbah. Selain itu, adanya ledakan populasi eceng gondok di kawasan hilir yang menutup permukaan sungai semakin memperburuk kualitas air di sungai terpanjang di Pulau Jawa ini.
Temuan itu diperkuat hasil penelitian yang dilakukan Universitas Bojonegoro beberapa waktu lalu, bahwa kadar oksigen air di bawah eceng gondok sangat rendah. Hal itu terjadi lantaran sinar matahari tak bisa masuk ke dalam air.
Air sungai yang tak bisa mengalir deras juga memperparah buruknya kualitas air. Hal tersebut disebabkan pintu bendung gerak di wilayah hilir hanya satu pintu yang dibuka, itu pun hanya sedikit. “Kemarin pagi ikan-ikan muncul ke permukaan. Ditangkap pun bisa. Setelah itu mati,” kata salah seorang warga bernama Kaka, dilansir dari inewsjatim, Rabu (16/11/2023).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Dandy Suprayitno, mengatakan, pihaknya telah mengambil sampel air untuk dilakukan uji laboratorium. “Namun, hasilnya baru akan keluar 10 hari ke depan,” tuturnya.
Selain kualitas air yang buruk, dugaan sementara matinya ikan disebabkan sejumlah faktor, seperti fenomena saat memasuki musim hujan serta rendahnya oksigen air akibat blooming atau ledakan populasi eceng gondok yang menutup permukaan sungai. (Din/RED)





