SIDOARJO, BeritaTKP.com – Lagi-lagi kasus pembunuhan yang dilakukan oleh orang terdekat kembali terjadi. Kali ini kasus pembunuhan berhasil membuat geger warga Dusun Bokongisor, Desa Klantingsari, Kecamatan Tarik Sidoarjo, pada Minggu (15/12/2024) malam.
Pelaku adalah Solikudin yang tega menghabisi nyawa ayahnya sendiri yang bernama Badrun Soleh (60). Solikudin diduga mengalami depresi akibat tekanan jiwa pasca perceraian nya.
Ketua RW Bokongisor, Sutoyo mengungkapkan bahwa pelaku Solikudin sudah sekitar 10 tahun menderita depresi, meski menderita gangguan jiwa, sebelumnya ia tidak pernah melakukan tindakan kekerasan ataupun tindakan kriminal lainnya kepada siapapun.
“Saat kambuh, biasanya hanya dua hari sudah normal setelah minum obat. Bahkan, dia sempat berjualan warung di pinggir jalan,” ujar Sutoyo saat ditemui, Senin (16/12).
Menurut informasi yang dihimpun, Korban yang sedang sakit dijenguk oleh anaknya yang juga kakak pelaku. Saat itu Korban diberikan obat, termasuk juga pelaku juga diberikan obat penenang karena kondisinya juga sedang sakit. Usai menjenguk bapak dan adiknya, kakaknya pun pulang.
Saat malam, tetangga mendengar suara gaduh dari rumah korban. Beberapa kali terdengar suara benda yang dibenturkan ke dinding “dug..dug”.
Tetanggapun mendatangi rumah korban Badrun dan sudah mendapati korban terkapar bersimbah darah. Dan diketahui korban sudah tidak bernyawa.
“Saya bersama warga yang datang sudah mendapati korban tidak bernyawa bersimbah darah dengan luka di bagian kepalanya, dan kemudian melaporkan ke pihak kepolisian,”ucapnya.
Ia menjelaskan, korban diduga dipukul kursi dan kepalanya dibentur-benturkan ke dinding dapur sebelum diseret ke ruang tamu. Bercak darah banyak terlihat di dinding belakang dekat kamar mandi.
Polisi yang datang ke lokasi usai mendapat laporan warga segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara, Porong. Pihak keluarga awalnya meminta jenazah segera dimakamkan setelah divisum. Namun, polisi memutuskan untuk melakukan otopsi guna memastikan penyebab kematian.
“Jenazah sempat diperbolehkan dibawa pulang, tetapi akhirnya dikembalikan ke rumah sakit untuk otopsi atas permintaan polisi,” imbuh Sutoyo.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. (æ/red)





