Pria di Kota Bandar Lampung nekat memanjat tower Base Transceiver Station (BTS) diduga depresi karena akan diceraikan istrinya. 

Bandar Lampung, BeritaTKP.com – Aksi nekat seorang pria bernama Mursalin Candra (25) menggegerkan warga Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung, Rabu (24/6/2026). Pria tersebut memanjat sebuah tower Base Transceiver Station (BTS) dan bertahan di atas menara telekomunikasi selama beberapa jam.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak keluarga, Mursalin diduga mengalami tekanan psikologis akibat persoalan rumah tangga. Ia disebut mengalami depresi karena akan diceraikan oleh istrinya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, mengatakan proses evakuasi sempat mengalami kendala karena korban tetap bertahan di puncak tower. Petugas kemudian melakukan pendekatan secara persuasif agar yang bersangkutan bersedia turun dengan aman.

“Petugas terus melakukan pendekatan secara persuasif agar yang bersangkutan bersedia turun dengan aman,” ujar Anthoni.

Laporan mengenai kejadian tersebut pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung sekitar pukul 10.13 WIB dari Bhabinkamtibmas setempat. Menindaklanjuti laporan itu, tim rescue Basarnas langsung bergerak menuju lokasi dengan membawa peralatan vertical rescue dan perlengkapan penyelamatan lainnya.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 11.40 WIB, tim langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan untuk melakukan asesmen serta menyusun strategi penyelamatan. Mengingat posisi korban berada di puncak tower telekomunikasi, petugas memilih melakukan pendekatan khusus guna menghindari risiko yang dapat membahayakan korban maupun tim penyelamat.

Komandan Tim Rescuer Basarnas Lampung, Sumaryansyah, menjelaskan bahwa sebelum proses evakuasi dilakukan, petugas terlebih dahulu melakukan komunikasi intensif untuk menenangkan korban.

“Tim terlebih dahulu melakukan komunikasi dan pendekatan persuasif untuk menenangkan korban sebelum tindakan penyelamatan dilakukan. Alhamdulillah korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat,” kata Sumaryansyah.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 13.00 WIB, Mursalin berhasil diturunkan dari tower dalam kondisi selamat. Setelah menjalani pemeriksaan awal, korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut.

Peristiwa ini sempat menjadi perhatian warga sekitar yang menyaksikan proses evakuasi. Berkat kerja sama Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran, kepolisian, dan unsur SAR gabungan lainnya, proses penyelamatan dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa.(æ/red)