BEKASI, BeritaTKP.com – Kecelakaan maut yang melibatkan sebuah truk molen terjadi di Jalan Cut Mutia, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (1/11/2026) sore. Truk tersebut diduga mengalami rem blong sebelum menabrak kerumunan warga di sekitar halte atau tempat pemberhentian bus.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB itu mengakibatkan 12 orang menjadi korban. Enam orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan enam lainnya mengalami luka-luka.
Seorang pengendara motor berinisial FN mengaku menyaksikan langsung detik-detik kecelakaan tersebut. Saat kejadian, FN sedang berkendara bersama kekasihnya dan berada tepat di samping truk molen.
Sempat Mendengar Suara Tidak Normal dari Truk
FN menceritakan, sebelum kecelakaan terjadi, dirinya mendengar suara seperti angin dari arah truk molen yang diduganya berasal dari sistem pengereman.
Merasa suara tersebut tidak normal, FN memilih mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman dari kendaraan berat itu.
“Seperti suara kayak suara angin gitu loh, yang saya ketahui adalah saya kira, ini memprediksi saya aja ya, seperti rem. Cuma di situ saya kenapa saya sempat berpikir bahwasanya ‘Oh, saya ngerem dulu’ karena itu menurut saya suaranya nggak normal, saya ambil jarak aman,” jelas FN.
Tak lama kemudian, truk tersebut tiba-tiba membanting setir ke kiri dengan kecepatan tinggi. Kendaraan itu kemudian menghantam kerumunan warga yang berada di sekitar tempat pemberhentian bus.
“Truk itu langsung ambil kiri dengan cepat, awalnya dia dari kanan kan langsung banting setir ke kiri. Cuma yang saya kira itu, (truk) itu ngambil kiri. Tapi, yang saya lihat itu, nggak mau berhenti, malah kencang,” ungkapnya.
Truk Terguling Setelah Menabrak Kerumunan
FN menyebut terdengar suara benturan keras saat truk menabrak objek di depannya, kemudian kembali terdengar benturan saat kendaraan tersebut menghantam kerumunan hingga akhirnya terguling.
Setelah kejadian, FN melihat sejumlah korban tergeletak di lokasi. Beberapa korban merupakan anak-anak.
“Nah di situ saya lihat ada beberapa korban, maaf ya, badannya ada yang terpisah, ada yang utuh. Anak kecil ini ada beberapa yang selamat,” tuturnya.
FN mengaku syok menyaksikan kejadian tersebut. Ia kemudian menghubungi polisi untuk meminta bantuan.
“Pas saat kejadian itu, saya nge-freeze. Karena apa? Ya, saya berpikir, alhamdulillah, maksudnya kalau sudah menyalip, kalau saya tadi nggak ngerem, saya yang jadi korban, begitu. Di situ saya benar-benar syok, berat. Ya benar-benar gemeterlah,” katanya.
Enam Korban Meninggal Dunia
Berdasarkan data korban yang disampaikan dalam laporan tersebut, enam orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.
Korban meninggal dunia:
- Adisa (anak), dirawat di RS Siloam Sepanjang Jaya.
- Siti Habiah, RSUD Kota Bekasi.
- Adiaha Raiqa Syafia (anak), RSUD Kota Bekasi.
- Siti Nur Latifah, RSUD Kota Bekasi.
- Muhamad Ferdiansa, RSUD Kota Bekasi.
- Soemiyati, RSUD Kota Bekasi.
Sementara korban luka-luka:
- Sodik (anak), RS Siloam Sepanjang Jaya.
- Dian, RS Siloam Sepanjang Jaya.
- Muhammad Maulana, RS Juwita.
- Nur Jamilah, RS Juwita.
- Raihan (anak), RS Juwita.
- Fatuh (anak), RS Juwita.
Kecelakaan tersebut menjadi perhatian setelah truk molen diduga mengalami gangguan pengereman hingga menabrak warga yang berada di sekitar lokasi. Penyebab pasti kecelakaan masih perlu dipastikan melalui penyelidikan kepolisian.(æ/red)





