
SURABAYA, BeritaTKP.com – Warga Kelurahan Kapas Madya Baru merasa kecewa dengan pelayanan pihak Kelurahan Kapas Madya Baru. Salah satu warga yakni Agus Susanto selaku ketua UMKM Kamaru mendatangi kelurahan pada hari Sabtu sekitar pukul 10.00 WIB untuk menanyakan terkait kepengurusan sertifikat halal untuk salah satu anggota UMKM yang diketuai oleh dirinya.
Setibanya disana Agus mendapati Kantor Kelurahan Kapas Madya Baru ini tutup. Agus pun berinisiatif untuk melihat kondisi kelurahan hingga ke bagian belakang namun kondisi dibelakang kelurahan juga sama.
Tetapi ada hal yang menarik perhatian dari Agus ternyata didalam kantor kelurahan tersebut terdapat banyak sepeda motor milik petugas yang terparkir didalamnya. Melihat hal dirasanya aneh Agus pun mencoba mencari informasi terkait tutupnya kelurahan di hari kerja ini.
Setelah mencari informasi kesana-kemari akhirnya Agus mendapatkan jawaban dari pertanyaan tersebut. Berdasarkan informasi yang dia terima kelurahan memang tutup karena lantaran ada acara rekreasi ke Banyuwangi.
“Ada informasi kalo petugas kelurahan ini sedang rekreasi ke Banyuwangi atau kemana gitu. Lah saya tunggu sampai hingga jam 2 siang kalo memang tidak ada ya berarti memang benar kelurahannya tutup saat hari kerja,” ujar Agus.
Usai mendapat info tersebut masih ada hal yang mengganjal dibenak Agus, menurutnya di hari Sabtu kelurahan itu tetap buka seperti biasa dengan jam pelayanan dari pukul 09.00-14.00 WIB namun tidak dengan Kelurahan Kapas Madya Baru.
Agus mengatakan, jika dirinya tak seorang diri hendak mengurus surat ke kelurahan, tapi ada beberapa orang yang turut menunggu sekitar 4 orang.
Sebagai warga Agus jelas merasa kecewa dengan sikap pihak kelurahan yang seperti ini selain itu ia juga mencoba untuk bertanya lagi ke beberapa pihak untuk menjawab kejanggalan dari tutupnya pelayanan di Kelurahan Kapas Madya Baru.
Agus menanyakan kepada pihak Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dan pihak LPMK mengatakan jika pak lurah telah memberitahu kepada RW-RW yang ada di Kapas Madya jika akan pergi ke luar kota.
Agus bertanya kembali, apakah pergi ke luar kota ini dalam rangka tugas dinas kerja atau hal lain? pihak LPMK tidak bisa menjelaskan lebih lanjut terkait pertanyaan tersebut “mohon maaf pak agus, saya tidak bisa menjelaskan dengan detail terkait masalah tersebut”.
Sebagai warga, Agus merasa kurang puas dengan jawaban yang diberikan oleh pihak LPKM, ia lantas meminta petunjuk kepada pak camat melalui Whatsapp namun bukannya jawaban yang didapat Agus pak camat justru balik bertanya apa mau dari Agus.
“Apa yang sampean inginkan dari laporan ini?” balasan dari pak camat kepada Agus, mendengar petanyaan tersebut, Agus justru kebingungan kepada media ini, Agus mengaku sangat menyayangkan tanggapan dari pak camat yang dinilai olehnya tidak seharusnya diberikan oleh seorang camat.
Agus lantas meminta pak camat untuk menegur pihak kelurahan. Kemudian, Agus dihubungi oleh pihak kelurahan. Di sana, agus malah dimaki-maki mulutnya seperti perempuan dan tidak tau terimakasih.
“Lambene sampean iku lambe wedok (mulut kamu seperti mulut perempuan), ndak tau terimakasih (tidak tau terimakasih)”, ujar pihak kelurahan pada Agus.
Atas makian yang diterimanya Agus pun mencatat dan menanyakan kejelasan acara yang dilakukan di Banyuwangi tersebut.
“Ada apa sih pak di banyuwangi itu?” dan dijawab oleh pak lurah acara tersebut sebagai kenang-kenangan dan apresiasi salah satu team kelurahan yang akan pensiun. Begitu kata dari pihak kelurahan jujur saja sebagai warga Agus sangat-sangat kecewa dan ia meminta kepada Wali Kota Surabaya untuk menindak tegas aparat pemerintahan yang lalai saat menjalankan tugas. (piligur)





