Bupati Aceh Selatan Mirwan saat meninjau korban bencana.

Jakarta, BeritaTKP.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bupati Aceh Selatan, Mirwan Ms, pada Senin (8/12/2025) sore ini. Pemanggilan dilakukan buntut keberangkatan Mirwan untuk melaksanakan ibadah umrah di tengah bencana banjir yang masih melanda wilayahnya.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Benny Irwan mengatakan Tim Kemendagri telah berada di Aceh sejak Sabtu (6/12). Namun Mirwan belum berada di daerahnya saat tim tiba.

“Jadwal klarifikasi pada undangan adalah pukul 14.00 WIB. Namun yang bersangkutan baru akan tiba di Banda Aceh sore ini, sehingga pemeriksaan digeser ke pukul 17.00 WIB,” ujar Benny dalam keterangan tertulis.

Umrah di Tengah Bencana Picu Kritik

Keberangkatan Mirwan bersama istrinya pada Selasa (2/12) terungkap melalui unggahan biro perjalanan umrah yang kemudian viral di media sosial. Keputusan tersebut menuai kritik, mengingat Aceh Selatan masih berada dalam situasi tanggap darurat banjir dan longsor.

Situasi memanas setelah sebelumnya Mirwan juga mengirimkan surat ketidaksanggupan menanggulangi bencana kepada pemerintah pusat.

Gubernur Aceh Geram

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menegaskan tidak pernah menerbitkan izin bagi Mirwan untuk umrah. Ia meminta seluruh pejabat daerah menunda perjalanan luar negeri selama masa tanggap darurat.

“Tidak saya teken (surat izinnya). Walaupun Mendagri teken, ya sudah, terserah,” ujarnya di Banda Aceh, dikutip Antara.

Klarifikasi Pemkab: Situasi Sudah Stabil

Pelaksana Tugas Sekda Aceh Selatan Diva Samudra Putra menyebut keberangkatan Mirwan dilakukan setelah memastikan penanganan korban bencana berjalan baik.

“Korban yang mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Narasi bahwa bupati meninggalkan masyarakat saat bencana masih berlangsung tidak benar,” kata Diva.

Presiden Prabowo Ikut Menyentil: Copot Saja

Dalam rapat terbatas penanganan bencana di Aceh, Presiden Prabowo Subianto menyinggung kepala daerah yang “lari dari masalah”. Ia meminta Mendagri Tito Karnavian segera memproses pencopotan kepala daerah yang tidak hadir mendampingi masyarakat dalam situasi darurat.

“Kalau yang mau lari, lari saja. Copot itu,” tegas Prabowo.

Sanksi Politik: Dicopot dari Ketua DPC Gerindra

Di internal partai, Gerindra juga mengambil langkah tegas. Wakil Ketua Umum Gerindra Sugiono mengonfirmasi bahwa Mirwan diberhentikan dari jabatan Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan.

“Sangat disayangkan sikap dan kepemimpinannya. DPP Gerindra memutuskan memberhentikan yang bersangkutan sebagai Ketua DPC Aceh Selatan,” kata Sugiono.(æ/red)