Sulawesi Utara, BeritaTKP.com – Kapolsek di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) yang dibentak sekaligus dipukul oleh pelajar SMK tidak ingin melanjukan kasus tersebut ke jalur hukum. Kapolsek dan pelajar SMK tersebut sepakat untuk berdamai.
“Terkait dengan Kapolsek sendiri tadi malam dari pihak keluarga pelaku orang tua pelaku membawa sekaligus mendampingi untuk meminta maaf kepada institusi Polri dan Kapolsek tersebut secara pribadi tadi malam sudah dilaksanakan,” kata Plt Kapolres Minahasa AKBP Tommy Bambang Souissa, Rabu (3/11/2021), di ruang kerjanya.
Menurut AKBP Tommy, insiden tersebut bermula ketika Kapolsek yang berada disana berniat untuk menghentikan perkelahian di antara mereka. Hanya, pelajar yang sudah mengkonsumsi minuman keras (miras) itu merasa tak terima.
“Pada saat keributan itu terjadi pak Kapolsek yang sedang mencukur rambutnya di terminal itu diberikan laporan oleh masyarakat bahwa disana sedang ada keributan di luar. Akhirnya Kapolsek sebagai seorang Polri dia harus melayani dan mengamankan situasi keributan tersebut. Terus dia datang ke situ bermaksud untuk mengamankan. Akan tetapi pada saat dia hendak menegur, terjadi argumen dari pelaku kepada Kapolsek,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolsek Toulimambot Iptu Jener Robinhoot Sinaga mengatakan ikhlas memaafkan perbuatan mereka.
“Karena mereka adalah pelajar dan juga sudah meminta maaf, apa salahnya kita seorang manusia untuk saling memaafkan, sedangkan Tuhan boleh memaafkan kita umatnya ini, apalagi saya sesama manusia,” kata dia.
Sinaga menjelaskan pada saat dipukul oleh pelajar, dia tidak membalasnya, karena menurutnya mereka masih perlu untuk dibina.
“Saya tidak mau terpancing karena saya tahu keadaannya disana seperti apa. Karena anak sekolah, jadi masih bisa dibina. Namun mungkin yang bersangkutan sudah terpengaruh dengan minuman keras,” tukasnya.
Sinaga mengatakan proses perdamaian kedua belah pihak sudah ada. Menurutnya, kami semua sepakat untuk berdamai dan mereka sudah membuat surat pernyataan.
“Saat kejadian saya laporkan ke pimpinan saya, namun tadi malam sudah dilakukan mediasi, saya dengan anak dan orang tua kedua pelajar ini kami buat musyawarah dan pernyataan mereka tidak mengulangi perbuatannya lagi,” kata dia.
Sinaga mengatakan permintaan maaf dari para pelajar dan orang tua mereka diterima dengan senang hati dan tidak ada unsur paksaan.
“Saya menerima dengan senang hati kepada mereka yang bersangkutan sudah meminta maaf. Saya pribadi sudah maafkan kepada anak tersebut dan orang tua saya sudah maafkan dari hati nurani saya tidak ada paksaan paksaan dari pihak lain,” sambungnya. (RED)






