Kediri, BeritaTKP.com – Brankas milik SMK Pemuda Papar yang ada di Jalan Pare, Desa/Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, dikabarkan telah kebobolan maling, pada Minggu (25/12/2022) dini hari lalu. Aksi tiga pelaku terduga pencurian tersebut sempat terekam CCTV sekolah. Pelaku berhasil membawa kabur uang total Rp 331,7 juta.
Dalam rekaman CCTV pada pukul 02.45 WIB, terlihat tiga orang pria dengan memkai balaclava masuk lewat gerbang timur. “Semua pelaku memakai tutup kepala,” kata Kapolsek Papar AKP Chardi Kukuh Wicaksono.

Setelah masuk ke area sekolah, pelaku lantas menuju ruang bendahara sekolah. Pelaku yang terlihat sangat hafat dengan denah sekolah itu langsung menuju tempat penyimpanan uang yaitu brankas. Pintu ruang bendahara lantas dicongkel, selanjutnya mereka menggeret brankas menggunakan gorden sejauh 50 meter keluar dari ruangan bendahara.
Setelah berhasil mengeluarkan brankas, tiga pelaku lalu merusak brankas dengan mencongkelnya. Setelah pintu brankas berhasil dibuka, mereka langsung membawa kabur uang Rp 331,7 juta. “Usai membobol brankas, tiga pelaku selanjutnya keluar dari area sekolah melalui gerbang sebelah timur,” lanjutnya.
Aksi pembobolan sekolah itu baru diketahui pada Rabu (28/12/2022) lalu. Saat itu, Ali Masrukin, 43, guru SMK Pemuda asal Desa Mojokerep, Plemahan datang ke sekolah untuk membenahi jaringan Wifi di SMK Pemuda. Saat masuk ke area sekolah, dia mendapati brankas sudah dalam kondisi tertutup gorden berwarna hijau di ruang kelas.
Melihat hal tersebut, Ali lantas memberitahu Kepala SMK Pemuda yaitu Papar Masruri (47). Pria yang tinggal di Desa Wonokerto, Plemahan itu lantas mengecek CCTV. Dari sanalah, diketahui jika tiga pelaku sudah membobol sekolah mereka.
Mendapati fakta tersebut, Masruri lantas melaporkan kejadian ke Polsek Papar. “Setelah mendapat laporan kami langsung ke lokasi untuk melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara),” urai Chardi.
Setelah melakukan olah TKP, polisi kemudian mengamankan sejumlah barang bukti berupa brankas, dokumen catatan pembukuan kas sekolah dan rekaman dari CCTV. Dikonfirmasi terkait penyelidikan kasus selama dua hari terakhir, Chardi menyebut pihaknya masih terus melakukan pendalaman.
Terkait aksi pelaku yang langsung menuju ruang bendahara, Chardi mengaku masih menyelidikinya. Termasuk kemungkinan keterlibatan orang dalam. “Masih kami lidik,” papar perwira dengan pangkat tiga balok di pundak ini.
Terpisah, Kepala SMK Pemuda Papar Masruri tidak memberi banyak komentar terkait peristiwa pembobolan di sekolahnya. Saat dihubungi koran ini kemarin, dia hanya mengaku menyerahkan pengusutan kasusnya ke polisi. “Sedang diproses polisi,” tuturnya. (Din/RED)





