
Surabaya, BeritaTKP.com – Seorang anak laki-laki berinisial SA (11) ditemukan tewas tenggelam di rawa-rawa dekat rumahnya di kawasan Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya, pada Senin (26/2/2024) kemarin sore.
Korban diketahui sempat dilaporkan hilang sejak Minggu (25/2/2024) lalu dan ditemukan oleh pihak keluarga pada Senin (26/2/2024) sekira pukul 15.30 WIB. Anggota Polsek Sukomanunggal dan jajaran samping yang menerima laporan kejadian tersebut tiba di lokasi pada pukul 16.59 WIB.
Menurut keterangan saksi, Anggota Satpol PP Surabaya Minardi mengatakan bahwa korban bermain di sekitar lokasi kejadian pada hari Minggu sore. “Korban kemudian hilang dan tidak ditemukan hingga malam hari. Pencarian dilanjutkan pada hari Senin pagi dan korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” kata Minardi.
Petugas BPBD dan Praja Sukomanunggal melakukan pengecekan awal di lokasi kejadian. Tim Inafis Polrestabes Surabaya kemudian tiba dan melakukan olah TKP.
Jenazah SA kemudian dibawa ke rumah duka sebelum diantarkan ke kamar jenazah RSUD Dr Soetomo menggunakan ambulans PMI. Pihak keluarga mendampingi proses evakuasi dan saat ini berada di kamar jenazah RSUD Dr Soetomo.
Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Sukomanunggal Iptu Jumeno Warsito mengungkapkan, saat itu SA sedang main ke rumah saudaranya sejak Minggu, 25 Februari 2024. Kemudian menyusul kedua keponakannya yang berumur 7 dan 8 tahun yang sedang main di seberang sungai.
Karena tidak mengetahui seluk beluk jalan setempat, korban lalu menyusuri gundukan tanah urukan dan dipenuhi tanaman eceng gondok yang dikiranya jalannya sudah mengeras agar sampai ke seberang sungai.
Nahas, saat melintasi tanah itu korban terperosok ke tanah yang lunak dan dalam hingga tenggelam serta tertutup eceng gondok.
Ketika SA tenggelam, saudara-saudaranya tidak ada yang mengetahui. Tahunya setelah pulang lalu ditanya oleh orang tuanya keberadaan korban. “Oleh dua saudaranya itu dijawab tidak tahu. Dikira korban masih main dan belum pulang, bukan tenggelam,” beber Jumeno
Merasa ada yang tidak beres, saudara-saudaranya mencari keberadaan SA hingga tengah malam, namun tidak ketemu. Pencarian kemudian dilanjut pada Senin (26/2/2024) hingga pukul 16.30 WIB.
Dalam pencarian tersebut ditemukan jejak sandal korban dan bekas lubang di rawa-rawa ditemukan 10 meter dari rumah saudara korban. “Kemudian pamannya menyelam ke dasar rawa-rawa dan korban akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia,” ujar Jumeno. (Din/RED)





