
BANDAR LAMPUNG, BeritaTKP.com – Seorang mahasiswi Jurusan Sosiologi Universitas Lampung (Unila) angkatan 2022, Nurul Karomah atau akrab disapa Omah, menjadi korban pencurian nekat di area fotokopi dekat kampus, Jalan Prof. Sumantri Brojonegoro, Selasa (14/7/2026). Korban sempat terseret di aspal saat berupaya mempertahankan tas berisi laptop dan file skripsinya dari tangan pelaku.
Modus Berpura-pura Jadi Pelanggan Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV dan viral di media sosial. Dalam rekaman, terlihat sepasang pelaku pria dan wanita datang berboncengan menggunakan sepeda motor matik. Pelaku wanita turun dari motor dan berpura-pura membeli alat tulis untuk mengalihkan perhatian korban, sementara pelaku pria menunggu di atas kendaraan.
Saat korban lengah karena sedang mengawasi hasil cetakan dokumennya, pelaku dengan cepat memindahkan tas milik korban ke motor mereka. Omah baru menyadari aksi tersebut saat hendak beranjak pergi dan melihat tasnya sudah tidak ada.
“Saya langsung kejar sambil teriak, tapi mereka sudah keburu kabur,” ujar Omah saat dikonfirmasi, Jumat (17/7/2026).
Dalam upaya mempertahankan tas berisi laptop Acer Aspire Lite 14 miliknya, Omah sempat memegang pakaian pelaku wanita yang dibonceng. Akibatnya, ia terseret beberapa meter di aspal hingga mengalami luka lecet pada lutut dan pergelangan kaki kanan.
Polisi Lakukan Jemput Bola Meski awalnya tidak berniat melapor karena khawatir data skripsinya hilang permanen, Omah akhirnya membuat laporan resmi ke pihak kepolisian setelah didatangi anggota Polsek Labuhan Ratu di kampus.
Kapolsek Labuhan Ratu, AKP Ono Karyono, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan korban. Menurutnya, pihak kepolisian sengaja melakukan jemput bola karena kedua pelaku diduga kuat merupakan sindikat pencurian yang telah beraksi di berbagai lokasi di wilayah hukumnya.
“Kemarin kami melakukan upaya jemput bola terhadap korban untuk membuat laporan karena pelaku diduga pernah beraksi di lokasi lain di wilayah hukum Polsek Labuhan Ratu. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan menangkap kedua pelaku,” tegas AKP Ono.
Kerugian yang dialami korban ditaksir mencapai Rp5 juta, namun nilai emosional dari data skripsi dan jurnal kuliah yang tersimpan di dalam laptop tersebut jauh lebih besar bagi korban. Saat ini, pihak kepolisian masih terus memburu kedua pelaku berdasarkan bukti rekaman CCTV yang telah tersebar luas.(æ/red)





