Surabaya, BeritaTKP.com — Dalam upaya berkelanjutan meningkatkan kualitas pembelajaran dan menjawab tantangan pendidikan di era digital, SMP Romly Tamim sukses menggelar workshop intensif bertajuk “Kreativitas Guru: Wujudkan Kelas Aktif dan Menarik.”

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru mata pelajaran SMP Romly Tamim dengan semangat mentransformasi suasana belajar agar lebih inspiratif dan partisipatif.

Sekolah yang berlokasi di Jl. Tambak Deres I No.8, Kenjeran, Bulak, Surabaya ini mendapat kunjungan dari dua mahasiswa S2 RPL Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), yakni Banu Atmoko — mahasiswa kelas E, sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara dan Kepala SMP PGRI 6 Surabaya, serta Syahrul — mahasiswa kelas D sekaligus Kepala SMP Kemala Bhayangkari 6 Surabaya.

Keduanya hadir sebagai pemateri dalam Workshop Kreatif Wujudkan Kelas Aktif dan Menarik Bagi Guru SMP Romly Tamim yang berlangsung dari pukul 09.30 hingga 13.15 WIB.
Adapun materi utama yang dibahas meliputi:

  1. Pemanfaatan Media Digital Interaktif — Praktik langsung membuat presentasi, infografis, dan video pembelajaran singkat menggunakan Canva dan aplikasi edukasi lainnya untuk menciptakan suasana belajar yang tidak membosankan.
  2. Strategi Gamifikasi dalam Pembelajaran — Mengubah kegiatan belajar menjadi permainan edukatif dengan sistem poin, reward, dan tantangan agar siswa lebih termotivasi.
  3. Pengelolaan Kelas yang Efektif dan Positif — Tips membangun kesepakatan kelas, mengatasi perilaku disruptif, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan suportif.
  4. Pembelajaran Berbasis Proyek (PBL) — Merancang proyek kolaboratif antar mata pelajaran untuk melatih berpikir kritis dan kerja sama siswa.

Sesi paling menarik dalam workshop ini adalah praktik langsung. Para guru tidak hanya menerima teori, tetapi juga membuat dan mempresentasikan prototipe media atau rancangan pembelajaran baru.

“Kami diajak berpikir di luar kotak. Selama ini fokus kami hanya menyelesaikan kurikulum. Sekarang kami sadar bahwa cara penyampaian sama pentingnya. Saya sudah tidak sabar mencoba teknik baru ini di kelas Kimia saya,” ujar salah satu guru peserta.

Dalam sambutannya, Banu Atmoko menegaskan bahwa fase SMP merupakan masa krusial di mana peserta didik mulai mencari jati diri dan membutuhkan pengalaman belajar yang menarik, bukan sekadar mendengarkan ceramah di kelas.

“Anak-anak SMP cepat bosan jika hanya mendengar. Mereka perlu terlibat, berkreasi, dan merasakan langsung materi yang diajarkan. Workshop ini adalah investasi agar guru punya amunisi baru menjadikan kelas tempat yang paling dinantikan,” ujarnya.

Banu juga berpesan kepada para guru agar tidak menjadi “Guru PKB (Pancet Koyok Biyen)**,” melainkan menjadi “Guru GBI (Guru Berkarya dan Inovatif).”

Sementara itu, Syahrul dalam penutupan sesi mengajak para guru terus berinovasi pasca pelatihan. Menurutnya, workshop ini diharapkan dapat membawa dampak positif, antara lain:

  1. Meningkatkan Keterlibatan Siswa melalui pembelajaran yang lebih interaktif.
  2. Meningkatkan Kualitas Hasil Belajar dengan metode yang lebih kontekstual.
  3. Membangun Budaya Inovasi di kalangan guru SMP Romly Tamim.

Sebagai bentuk apresiasi, para peserta juga mendapatkan sertifikat resmi dari Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara.
Dengan bekal keterampilan dan semangat baru ini, guru-guru SMP Romly Tamim siap menyambut semester mendatang dengan metode mengajar yang lebih segar, kreatif, dan inspiratif. (xoxo)