MEDAN, BeritaTKP.com — Bentrokan yang melibatkan empat kelompok geng motor terjadi di Jalan Dr Mansyur, Kecamatan Medan Sunggal, tepat di depan Raz Hotel dan Convention, Kota Medan.

Aksi tawuran tersebut terekam kamera dan kemudian viral di media sosial. Polisi bergerak melakukan penyelidikan hingga mengamankan delapan orang yang disebut sebagai anggota geng motor Salvador 424 Medan.

Penangkapan dilakukan pada Selasa (6/10/2026) oleh tim yang dipimpin Kanit Resmob Polrestabes Medan Iptu Ramadhani Bimo Setiadi.

Empat Kelompok Terlibat Bentrokan

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, konflik jalanan tersebut melibatkan Salvador 424 Medan dengan tiga kelompok lainnya, yakni Dokmar Stay High, Coham Famz, dan NKB Padang Bulan.

Delapan orang yang diamankan terdiri dari pelajar hingga mahasiswa. Mereka berinisial ANZ (15), RSP (17), Arif Kurniawan (20), FMG (16), Syihan Pamungkas alias Beben (20), DT (18), JOH (18), dan Exel Yosua Siburian (19).

“Sebagian besar pelaku ditangkap di kediaman mereka masing-masing di kawasan Perumahan Rorinata Residence, Kecamatan Sunggal,” ujar Bimo, Rabu (7/10/2026).

Polisi Sita Celurit dan Kendaraan

Dalam penggeledahan di sejumlah lokasi, polisi menemukan tiga bilah celurit yang kemudian diamankan sebagai barang bukti.

Senjata tajam tersebut ditemukan di beberapa tempat, di antaranya di atas lemari rumah salah satu pelaku serta di bawah kasur milik seorang pria berinisial Y yang disebut masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Selain celurit, polisi turut menyita empat sepeda motor, tujuh telepon seluler, satu helm, serta empat kunci kendaraan.

Polisi Masih Dalami Peran Masing-masing

Dari pemeriksaan awal, kelompok Salvador 424 Medan disebut memiliki lokasi berkumpul di kawasan Jalan Tanjung Selamat.

Polisi masih mendalami keterlibatan masing-masing orang yang diamankan, termasuk kaitannya dengan bentrokan yang melibatkan kelompok lain.

“Seluruh anggota geng motor beserta barang bukti kini telah diboyong ke Mapolrestabes Medan guna menjalani proses pemeriksaan dan hukum lebih lanjut,” kata Bimo. Polisi juga masih mengejar seorang berinisial Y yang disebut masuk dalam DPO.(æ/red)