SURABAYA, BeritaTKP.com — Ledakan yang diduga dipicu kebocoran pipa gas LPG berkapasitas 50 kilogram di Rumah Makan Nasi Tempong Sri Dewi, kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, pada Selasa (6/10/2026), menjadi pengingat pentingnya keselamatan penggunaan gas di rumah maupun tempat usaha.
Pemerintah Kota Surabaya mengimbau masyarakat mengenali tanda-tanda kebocoran LPG dan memahami langkah penanganan yang tepat untuk mengurangi risiko kebakaran maupun ledakan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya, Laksita Rini Sevriani, mengingatkan bahwa kebocoran gas dapat terjadi tanpa suara. Karena itu, masyarakat perlu waspada apabila mencium bau khas LPG.
Kenali Tanda Kebocoran Gas LPG
Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah munculnya bau khas gas di sekitar tabung, regulator, atau selang. Kebocoran pada sambungan juga dapat dideteksi menggunakan air sabun ketika memasang tabung baru.
Jika muncul gelembung pada bagian sambungan yang diperiksa, hal itu dapat menandakan adanya kebocoran. Tabung tidak boleh digunakan sebelum masalah tersebut ditangani.
Masyarakat juga diminta memastikan selang tidak retak, regulator terpasang dengan benar, dan tabung berada dalam posisi tegak serta jauh dari sumber api.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Mencium Bau Gas?
Rini mengingatkan masyarakat agar tidak menyalakan api, merokok, atau mengoperasikan perangkat listrik di sekitar lokasi yang dicurigai mengalami kebocoran.
Jika kondisi memungkinkan dan aman dilakukan, kompor perlu dimatikan serta regulator dilepas. Tabung kemudian dapat dibawa ke area terbuka dengan sirkulasi udara yang baik apabila tidak menimbulkan risiko tambahan.
Namun, apabila kebocoran cukup besar, bau gas sangat kuat, atau situasi membahayakan, jangan mencoba menangani tabung sendiri. Segera menjauh dari lokasi dan hubungi petugas melalui layanan darurat Command Center 112.
Gas yang terkumpul di ruangan tertutup dapat meningkatkan risiko kebakaran atau ledakan ketika bertemu sumber penyalaan. Karena itu, ventilasi yang memadai menjadi bagian penting dari keselamatan penggunaan LPG.
Jangan Ganti Tabung Saat Kompor Lain Menyala
Pengelola rumah makan, usaha katering, dan tempat kuliner juga diingatkan agar menerapkan prosedur keselamatan ketika mengganti tabung gas.
Rini menyoroti kebiasaan mengganti tabung ketika kompor lain di sekitarnya masih menyala. Gas yang keluar saat regulator dilepas berisiko tersulut api dari kompor yang masih beroperasi.
Karena itu, seluruh kompor harus dimatikan terlebih dahulu sebelum penggantian tabung dilakukan. Pemeriksaan rutin terhadap selang, regulator, sambungan, dan instalasi gas juga diperlukan untuk mengurangi risiko kebocoran.
Bagi pengguna jaringan gas PGN, pemeriksaan instalasi perlu dilakukan secara berkala. Jika terindikasi kebocoran, aliran gas harus dihentikan melalui keran penutup apabila aman dilakukan.
Keselamatan Gas Perlu Menjadi Prioritas
Peristiwa di Pakuwon City menjadi pengingat bahwa keselamatan penggunaan gas tidak hanya bergantung pada kondisi peralatan, tetapi juga pada kebiasaan dan kepatuhan terhadap prosedur.
Masyarakat diharapkan lebih cermat memeriksa instalasi gas, menjaga ventilasi ruangan, serta tidak mengabaikan bau gas yang mencurigakan.
Apabila terjadi keadaan darurat atau membutuhkan bantuan terkait kebakaran dan kebocoran gas, masyarakat dapat menghubungi layanan Command Center 112 di Surabaya.(æ/red)





