SURABAYA, BeritaTKP.com – Berawal dari banyaknya cerita kegalauan akan pilihan hidup yang sering dijumpai pada mahasiswa, Alexandra Ruth S., S.Des., M.A. dan Evan Raditya Pratomo, S.Des., M.Des., dosen Visual Communication Design Universitas Ciputra dan dibantu oleh 4 orang mahasiswa VCD; Hanna Agustin, Dyllan Johnathan, Catherine Laurencia, dan Celia Regina, berinisiasi untuk membuat sebuah penelitian dan instrumen permainan untuk mewadahi para mahasiswa untuk bergalau bersama dan saling mencurahkan isi hatinya.
Kegalauan seperti ini di usia remaja menuju dewasa (Emerging Adulthood) di usia 18-28 tahun memang sering terjadi. Fenomena ini sering kita kenal dengan istilah Quarter Life Crisis. Biasanya anak muda yang sedang mengalaminya akan memiliki ciri-ciri krisis identitas, mencoba untuk explore diri sendiri, bingung akan pilihan hidup untuk masa depannya, masih mencari tujuan hidup, dan yang semakin memperparah keresahan mereka adalah faktor lingkungan keluarga maupun sosial yang penuh tuntutan dan tekanan.
Dari situ lahirlah VICOLIO Card, kartu permainan interaktif yang didesain dengan mengangkat nilai keseimbangan hidup dengan prinsip The Purpose Venn Diagram oleh Andres Zuzunaga, seorang astrologer dari Spanyol, dengan 4 pilar utamanya yaitu (1) apa yang saya sukai?, (2) Apa yang menjadi keunggulanku?, (3) Apa yang bisa menjadi sumber pendapatan?, (4) Apa yang dibutuhkan oleh dunia? Selain itu kartu ini juga memiliki dasar nilai IPE Ciputra ; Integritas, Profesionalisme, dan Entrepreneurship, dan nilai kreativitas yang diambil dari spirit seorang desainer. Dari prinsip-prinsip ini pada akhirnya menjadi landasan untuk mengembangkan konten pertanyaan-pertanyaan pada tiap lembar kartunya yang mengajak para pemainnya untuk berpikir tentang kesadaran diri, potensi diri, passion, kemandirian, rencana karir masa depan, impian yang ingin dicapai, bekerja dalam team, dan bagaimana pemikiran untuk memecahkan masalah.
Proses perancangan dilakukan dengan metode Design Thinking dimana pada prosesnya juga melibatkan banyak mahasiswa untuk diuji cobakan prototypenya. Hasilnya menyatakan bahwa VICOLIO Card mampu hadir sebagai jembatan komunikasi antar teman maupun dengan konselor ataupun dosen pembimbing untuk dapat saling mencurahkan isi hatinya. Dengan serangkaian pertanyaan yang berkaitan dengan pilihan hidup dan refleksi diri, VICOLIO Card tidak hanya sebagai wadah untuk mengekspresikan keresahan, pemikiran, dan permasalahan akan masa depan dan pilihan hidup, namun pemain juga terangsang untuk berpikir secara kritis agar dapat saling terbuka untuk menggali potensi diri, refleksi diri, dan saling support antar individu. Setelah bermain mereka akan menyadari bahwa beban hidup dan keresahan yang dirasakan saat ini adalah sesuatu yang wajar dimana ternyata semua teman-temannya juga merasakan hal yang sama. Mereka tidak lagi merasa sendiri dan menjadi lebih kuat setelah menceritakan kepada teman-temannya.
Dengan desain bergambar maskot-maskot utama VICOLIO (maskot 4 house dari VCD UC dengan 4 karakter utamanya), kartu permainan ini jadi semakin menarik untuk dimainkan bersama teman-teman. Namun ternyata tidak hanya itu saja, kartu ini juga multifungsi, dapat dimainkan seperti layaknya kartu remi, cocok untuk dimainkan saat sedang berkumpul untuk meramaikan suasana.
VICOLIO Card bisa didapatkan di VCD Store, toko merchandise dari jurusan Visual Communication Design Universitas Ciputra. Follow instagramnya di @uc_vcdstore ✨
Pada fase Quarter Life Crisis di usia 18-28 tahun, anak remaja pada masa transisinya menjadi dewasa ini sering kali mengalami permasalahan psikologis dengan kebimbangan menentukan jati diri dan masa depan. (red)





