Ilustrasi

Surabaya, BeritaTKP.com – Angka kasus Covid-19 di wilayah Jawa Timur khususnya Surabaya semakin meningkat. Data per 3 Januari 2022 sudah ada 837 kasus aktif Corona dari tambahan 593 kasus.

Ketua PERSI Surabaya dr Didi Dewanto SpOG menyatakan bahwa selain jumlah kasus Covid-19 naik, Bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur juga ikut naik.

“Antara 5-20% untuk BOR Covid-19,” jelas dr Didi, Jumat (4/2/2022).

Berdasarkan data terakhir dari lawancovid-19.surabaya.co.id per 3 Januari 2022, total kasus pasien aktif ada 837 dari tambahan kasus aktif 593.

Sehingga, total kumulatif kasus positif Corona di Surabaya sudah sebanyak 69.165 orang.

Untuk kesembuhan per 3 Januari 2022 ada 342, jumlahnya lebih sedikit dari pada tambahan kasus aktif. Total kumulatif kesembuhan pasien Covid-19 ada 65.765 orang.

Sedangkan angka kematian Covid-19 terakhir tidak ada tambahan atau 0 (nol). Total kumulatif meninggal terkonfirmasi ada 2.563 orang.

Kemudian pasien Covid-19 yang diisolasi di Hotel Asrama Haji (HAH) diisi 128 orang di 2 gedung yaitu Gedung Zam-zam ada 120 dan Shofa ada 8. Sedangkan di RS Surabaya juga sudah mulai ada peningkatan pasien Covid-19.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta warga untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes). Tujuannya agar Surabaya bisa mempertahankan PPKM Level 1.

Eri juga meminta doa kepada warga untuk bersama-sama melewati dan memerangi Covid-19 ini. Sebab, gotong royong akan membuat pemulihan kondisi berjalan lebih cepat.

“Ini kita masih (PPKM) Level 1, tolong pertahankan Surabaya dengan zikir njenengan semua,” pungkas Eri, Jumat (4/2/2022). (k/red)