Lumajang, BeritaTKP.com– Seorang perawat berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berinisial EA (30) tertangkap tangan saat mencoba menyelundupkan ratusan pil koplo ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lumajang, Jawa Timur. Aksi tersebut terungkap saat petugas mencurigai gerak-gerik pelaku ketika pemeriksaan di pintu masuk lapas.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas II B Lumajang Pramita Ananta mengatakan, kecurigaan muncul saat petugas wanita melihat adanya bagian tubuh pelaku yang tampak tidak wajar di area privasi.
“Petugas wanita lapas yang melakukan pemeriksaan sudah merasa curiga karena terdapat sesuatu yang menonjol di area privasi pengunjung wanita tersebut,” kata Pramita dalam keterangannya di Lumajang, Rabu (28/1/2026).
Ia menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung saat jam kunjungan lapas. Sejak pemeriksaan awal, petugas pengamanan sudah mencurigai gerak-gerik EA sehingga dilakukan penggeledahan lanjutan.
“Setelah dilakukan penggeledahan lebih lanjut, ditemukan dua paket pil koplo logo Y yang dibungkus menggunakan kondom dan disembunyikan di dalam celana dalam pengunjung perempuan itu,” ujarnya.
Pramita menambahkan, dua paket pil koplo tersebut dibungkus rapi menggunakan kondom dan diikat dengan tali rafia untuk mengelabui petugas saat pemeriksaan. Dari hasil penghitungan, jumlah pil yang diselundupkan mencapai 240 butir.
Dari pemeriksaan awal, EA mengaku pil koplo tersebut merupakan pesanan suaminya yang saat ini berstatus sebagai warga binaan Lapas Kelas II B Lumajang dalam perkara narkotika. Suaminya diketahui telah divonis hukuman penjara selama lima tahun.
Petugas lapas kemudian mengamankan barang bukti berupa 240 butir pil koplo logo Y dan dua buah kondom. Pelaku beserta barang bukti langsung diserahkan ke Polres Lumajang untuk proses hukum lebih lanjut.
Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar membenarkan adanya pelimpahan tersangka dari pihak Lapas Lumajang.
“Tersangka sudah diserahkan ke Polres Lumajang dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik,” kata Alex.(æ/red)





