Kediri, BeritaTKP – Penelantaran dan penahanan Jenasah Bayi berumur 1 satu Bulan lebih 1 minggu yang dirawat 2 hari, Rafa nama bayi yang meninggal di RSM Kota Kediri, Minggu (14/11) yang lalu yang sempat viral membuat para aktivis Kediri geram dan menyikapi dengan melakukan Aksi Peduli kemanusiaan , mereka terdiri dari gabungan beberapa LSM dan Masyarakat.

Dari Peduli kemanusiaan ini mereka berangkat dari jalan Hayam Wuruk menuju perempatan jalan Doho untuk melakukan pengalangan dana peduli kemanusiaan atas kasus yang menimpa bayi malang tersebut, mereka bergerak menuju pertigaan Ngampel. Terlihat mereka membawa kardus yang bertuliskan “Koin Peduli Rafa”.

Setelah mengumpulkan koin bantuan, mereka langsung menuju RSM Ahmad Dahlan untuk menyerahkan hasil pengumpulan koin tersebut.

Dari Perwakilan 10 orang ditemui beberapa perwakilan dari pihak RS. Tomi Wibowo membuka pembicaraan bahwa koin peduli ini untuk melunasi kekurangan pembayaran jenazah atas nama Rafa.

Sekedar untuk diketahui Kemarin Jenazah tidak boleh dibawa pulang sebelum ada peyelesain administrasi berupa pembayaran di Kasir. Dan Jenazah bisa di bawa pulang keluarga setelah bayar Rp 3,5 juta dan pihak kasir minta untuk menandatangani surat pernyataan dan meninggalkan KTP.

Setelah semua di lakukan baru jenazah boleh dibawa pulang naik ambulan yang juga sudah saya bayar. Maka mohon pihak RSM menerima donasi bantuan masyarakat ini sebagai pembayaran kekurangan, jelas Tomi Wibowo singkat.

Selanjutnya, pihak RSM menyatakan bahwa Pembayaran Jenazah sudah di lunasi oleh Lazizmu . Dan donasi ini akan di sumbangkan ke keluarga Almarhum adek Rafa. Adapun sumbangan tersebut setelah dihitung pihak RS sejumlah Rp 3,8 juta.

Sempat terjadi ketegangan antara pihak RS dan relawan pada saat pertemusn ini yang mana relawan menuduh pihak RS telah berbohong diduga telah melakukan keterangan yang tidak sebagaimana mestinya namun semya bisa diredam dan situasi terpantau kondusif.(Dlg)