Surabaya, BeritaTKP.com – Pasang air laut dalam beberapa hari terakhir tak hanya terjadi di kawasan pelabuhan. Namun juga terjadi di pantai timur Surabaya dengan rata-rata ketinggian 130-150 cm.

Di Nambangan Perak, Kelurahan Bulak, air laut pasang terjadi sejak pukul 09.30, hingga pukul 12.30 pasang air laut maksimum mencapai gang, tetapi tak sampai masuk ke permukiman warga.

”Beberapa hari ini, anginnya tidak terlalu kencang. Meski, sudah angin timuran ya. Nggak sampai masuk rumah warga,’’ kata nelayan Nambangan Perak Abdul Jamil Rabu (18/5/2022) kemarin.

”Tanggal 15 (tanggalan Jawa), alhamdulillah anginnya tidak terlalu kencang. Jadi, aktivitas warga masih jalan,’’ terangnya.

Selama pasang air laut maksimum itu, nelayan memiliki penanda khusus yang dibuat warga untuk lebih waspada. Salah satu tandanya adalah munculnya belangkas atau hewan laut mimi di pesisir pantai.

Menurut dia, jika menemukan mimi jantan yang berada di atas betina, artinya nelayan perlu mewaspadai kondisi cuaca. ”Kalau cuaca normal, ia ada di dasar laut,’’ paparnya.

Meski begitu, untuk mengantisipasi air laut pasang maksimum, nelayan Nambangan Perak lebih memilih mengamankan kondisi perahu. ’’Warga lebih mengamankan perahu. Kalau perlindungan lain tidak ada. Seharusnya, ya dibangun tanggul pantai,’’ paparnya.

Bagi dia, tanggul pantai dengan panjang 350 meter ke timur dari bibir pantai efektif untuk melindungi perahu nelayan dari pasang air laut maksimum.

Sementara itu, jarak tanggul saat ini lebih dekat dengan permukiman warga. Karena itu, potensi kerusakan jika nelayan tak menjaga perahunya terbilang tinggi. ”Apalagi kalau tali pengikat putus. Selain itu, air juga berpotensi masuk ke permukiman. Alhamdulillah, sementara ini belum terjadi,’’ paparnya.

Koordinator Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)  Tanjung Perak Adi Hermanto menjelaskan bahwa kondisi kecepatan angin dua hari lalu hingga sepekan ke depan cukup kondusif. Kecepatan rata-rata mencapai 5–10 knot.

”Melebihi itu, kecepatan angin perlu diwaspadai karena bisa membuat gelombang cukup tinggi,’’ terangnya.

Dia memastikan dalam sepekan ke depan potensi kerusakan akibat pasang air laut maksimum dipastikan tidak terjadi. ”Hanya, di pelabuhan meluber. Kalau di pesisir laut terbilang kondusif,’’ imbuhnya.

Dia mengimbau agar masyarakat tetap memperhatikan prediksi dari BMKG. Juga perlu memperhatikan kondisi-kondisi yang tak dapat diprediksi. ”Secara teoretis dan faktual, sepekan ke depan kondusif. Tetapi, perlu tetap mewaspadai itu,’’ imbaunya.

Banjir rob menggenang di beberapa wilayah di Surabaya. Yakni, Jalan Kalimas Baru, Kalianak, Greges, dan Sontoh Laut. (Din/RED)