NGANJUK, BeritaTKP.com – Tradisi sedekah bumi merupakan warisan budaya dan adat istiadat peninggalan dari leluhur terdahulu yang harus tetap dilestarikan.
Tradisi Sedekah Bumi, merupakan salah satu bentuk ritual tradisional masyarakat yang sudah berlangsung secara turun temurun. Sedekah bumi, merupakan wujud rasa syukur manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rezeki melalui bumi berupa segala bentuk dari hasil bumi.
Seperti contoh sedekah bumi yang dilakukan oleh warga Desa Ngringin Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, acara tersebut dihadiri oleh Muspicam Lengkong, PLT Camat Lengkong, Kepala Desa Ngringin Eka Agustina, Babinsa dan Babinkambtibmas, beserta jajaran perangkat desa, BPD, LPM, serta tokoh agama setempat.
Acara digelar di rumah kades, punden,di kasun acara tersebut antara lain : wayang kulit, kesenian jawa krawitan tayud, lawak dan bramben SDN ngringin 1 disertai samboyo berjalan. Kecamatan Lengkong kabupaten Nganjuk. Senin(16/05/2022)
Kades Eka Agustina mengucapkan rasa puji syukurnya, “Alhamdulillah, pagi senin ini saya bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Desa Ngringin sekalian untuk bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT pada acara Sedekah Bumi ini. Semoga, doa kita dikabulkan Allah dengan diberikan hasil pertanian yang cukup,gemah ripah loh jinawi,” ucapnya.
Lanjut Eka Agustina nama yang kerap akrab sapaan Kades Ngringin menjelaskan sedekah desa ini diharapkan para masyarakat bangga bisa tertanam sikap leluhurnya, sangat untuk maju nasionalisme yang kuat dalam menghadapi zaman ke zaman dan mempertahankan adat jawa khususnya,” paparnya
Di jelaskan pula bahwa tradisi ini merupakan peninggalan para leluhur yang dilakukan secara turun-temurun dari nenek moyang selama puluhan tahun.
“Tradisi sedekah bumi ini salah satu peninggalan leluhur dalam rangka mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Tuhan berupa hasil pertanian. Sekaligus sebagai upaya kami, dalam menjalin silaturahmi diantara masyarakat Desa Ngasin,” terangnya
Tambah Eka Agustina Tradisi Sedekah Bumi dapat terus dilestarikan oleh masyarakat karena merupakan salah satu budaya lokal peninggalan leluhur.
“Tradisi ini, juga sekaligus sebagai bentuk edukasi kepada generasi muda tentang budaya lokal yang ada. Yang memang syarat dengan unsur-unsur ke gotong-royongan, persatuan, dan rasa syukur,” pungkasnya. (Mbah Ri)










