Sumatera Selatan, BeritaTKP.com – Anggota dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan berhasil menggagalkan penyelundupan sabu sebanyak 16 Kg asal Aceh menuju ke Palembang.Dalam penggagalan tersebut dua orang yang menjadi kurir diamankan polisi.
Kedua pelaku adalah AM ,48, warga Pante Bidari, Aceh Timur, Nangroe Aceh Darussalam, dan FD ,41, warga Bandar Keliba, Bener Meriah, Nangroe Aceh Darussalam. Barang bukti lain yang juga disita adalah sebuah mobil pikap L300 yang telah dimodifikasi menyerupai dump truk nomor polisi BG 9833 NQ.
Kedua pelaku dan barang bukti diamankan di Jalan Lintas Palembang-Jambi, KM 59, Simpang Tungkal, Kecamatan Tungkal Jaya, Musi Banyuasin, Selasa (1/2). Mobil itu memuat bibit sawit dengan maksud untuk mengelabui petugas.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Heri Istu Haryono mengungkapkan, petugas langsung menuju TKP setelah mendapatkan informasi adanya pengiriman sabu menuju ke Palembang. Mobil tersebut langsung dicegat dan dilakukan penggeledahan.
Awalnya anggota kesulitan menemukan barang bukti. Setelah didesak, pelaku menyebut sabu disembunyikan di bawah bak mobil.
Namun petugas lagi-lagi dibuat bingung saat membuka bak tersebut. Ternyata mobil itu dimodifikasi menyerupai dum truk yang bisa mengangkat dan menurunkan bak menggunakan tombol khusus yang tersembunyi.
“Petugas awalnya tidak bisa menemukan, kedua tersangka baru mengaku. Ada 16 kg sabu dalam kotak kayu yang disimpan di bawah bak yang dimodifikasi pakai hidrolik,” ungkap Heri, Rabu (2/2).
Jika berhasil mengirim pesanan, kedua tersangka diupah Rp100 juta oleh pemiliknya. Bandar tersebut diketahui seorang narapidana inisial J.
“Dikendalikan oleh warga binaan, tapi saya tidak bisa jelaskan lapas mana dia berada,” ujarnya.
Kapolda Sumsel Irjen Toni Harmanto mengatakan, pengiriman narkoba dengan cara itu termasuk modus baru. Temuan ini telah dikoordinasikan dengan Mabes Polri untuk ditindaklanjuti dan diantisipasi.
“Ini modus baru, sengaja memodifikasi mobil dan di atasnya memuat bibit sawit agar tidak dicurigai,” kata dia. (RED)






