Gresik, BeritaTKP.com – Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis dan Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail ajak perguruan pencak silat yang berada di Kabupaten Gresik untuk duduk bersama. Pertemuan ini bertujuan untuk koordinasi menjaga keamanan situasi di Gresik.
Perguruan pencak silat yang hadir dalam acara duduk bersama itu adalah PSHT dan IKS PI Kera Sakti kegiatan duduk bersama itu berlangsung pada Senin (24/1).
“Setiap ada permasalahan saya akan profesional apabila kasus belum bisa diselesaikan karena kurangnya saksi dan bukti. Terkait kegiatan perguruan pencak silat kami mengharapkan selesai kegiatan tidak ada yang memakai Uniform (seragam) dari perguruan pencak Silat masing-masing, mengingat dapat pemicu gesekan antar perguruan pencak silat,” terang Kapolres.
Dandim 0817 Gresik, Letkol Inf Taufik Ismail menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan ada kedatangan para Pekerja Migran Indonesia (PMI), memantau kedatangan mereka di wilayah masing-masing.
“Saya harapkan kita bisa menjaga terkait situasi kondusifitas di wilayah Gresik,” ujarnya.
Sukamto Ketua PSHT Gresik menuturkan ini merupakan pertemuan yang ke tiga kali dimana dalam pertemuan pada malam hari Ini dengan tujuan menjaga situasi, ketertiban, keamanan di wilayah Kabupaten Gresik serta menjaga keharmonisan antar perguruan silat.
Terkait dengan adanya komunitas, kami dari perguruan pencak silat tidak ada Intruksi terkait kegiatan tersebut dan kami mengharapkan terkait adanya kopdar kalau bisa dibubarkan mengingat kegiatan tersebut dapat menimbulkan rasa tidak kenyamanan, ketertiban di wilayah Kabupaten Gresik.
“Bahwa saat ini permasalahan di PSHT Gresik masih ada beberapa permasalahan yang belum selesai, sehingga banyak tekanan pada anggota kami untuk menanyakan perkembangan permasalahan tersebut namun kami selaku ketua cabang beserta pengurus lain sedang berusaha untuk bisa meredam anggota dengan tujuan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Wilayah Kabupaten Gresik,” kata dia.
Jefry Ketua IKA PI Kera Sakti sebelumnya sudah melakukan musyawarah pusat di Madiun, dimana kami juga membahas terkait komunitas dimana komunitas tersebut sama sekali tidak ada intruksi dari cabang maupun ranting.
“Kami juga tidak akan tebang pilih,bilamana ada anggota kami yang berurusan dengan proses hukum kami akan menyerahkan semuanya pada proses hukum yang berlaku,” tutur Jefry.(red)






