Jawa Barat, BeritaTKP.com – Sebuah aksi pencurian di Sukabumi, Jawa Barat, benar-benar membuat geleng-geleng kepala. Diduga kesal lantaran motor hasil curiannya tidak menyala saat di hidupkan maling tersebut nekat melempar dan membakar motor hasil curiannya tersebut.
Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pelaku diduga berjumlah dua orang. Aksi mereka saat mencuri motor berhasil terekam CCTV milik warga. Warga heboh karena mendengar ada suara benda terbakar dari area sawah.
“Kami sedang piket, mendapat informasi melalui WhatsApp bahwa ada motor dibakar di daerah Nagrak. Enggak tahu siapa pelaku pembakarannya,” kata Kanit Reskrim Polsek Nagrak Aiptu Sudianto, Senin (24/1/2022).
Polisi kemudian mendatangi lokasi kejadian. Mereka memintai keterangan sejumlah saksi-saksi. Hasil dari keterangan saksi, motor itu milik mandor setempat.
“Ternyata itu motor milik mandor yang sedang jaga di peternakan. Dugaan kami motor tidak hidup saat akan dibawa kabur, lalu oleh pelaku itu dilempar langsung dibakar, kejadian sekitar pukul 04.00 wib,” ujar Sudianto.
Polisi mengamankan barang bukti. Kondisi motor hanya tersisa rangka dan nomor polisi. Bangkai motor itu dibawa menggunakan mobil pikap untuk proses penyelidikan.
“Siapakah pelakunya sedang, kita cari. Kami juga meminta pemilik motor untuk laporan ke polsek,” ujar Sudianto.
Sementara itu, aksi dua pelaku ketika mengambil motor terekam CCTV. Warga disebut-sebut mengenali perawakan dari salah satu pelaku pencurian tersebut.
“Kalau menurut orang sini, ciri-cirinya dikenali. Motor itu tidak hidup lalu dibakar sama maling. Kejadian pencurian motor bukan pertama kali, hari ini kebetulan kejadiannya motor tidak bisa dibawa kabur makanya dibakar,” kata Ade Sopian, perangkat desa setempat.
Soal maraknya pencurian, Ade mengaku pihaknya sudah seringkali meminta warga untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta meningkatkan kewaspadaan.
“Setiap ada pertemuan sering sosialisasi soal kewaspadaan ketertiban lingkungan dan menjaga keamanan, itu sudah sering kami sosialisasikan ke masyarakat,” tutur Ade. (RED)







