Blitar, BeritaTKP.com – Maraknya aksi pencurian hewan ternak di Blitar membuat warga setempat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap hewan peliharaannya.
Aksi pencurian tersebut terjadi pada Rabu (5/1/2022), diketahui setelah warga asal Kecamatan Kesamben melaporkan telah kehilangan 350 bebek. Korban menderita kerugian sekitar Rp 28 juta.
Kemudian pada Sabtu (8/1/2022), warga asal Kecamatan Selopuro melaporkan telah kehilangan sebanyak 19 kambing. Akibatnya, korban merugi sekitar Rp 22 juta.
Kemudian pagi hari tadi, sebanyak 308 bebek milik warga asal Kecamatan Wlingi juga dilaporkan hilang. Bebek ternak itu milik Budiono ,57, warga asal Dusun Sumberarum, Desa Tegalasri.
Seperti pada kasus pencurian bebek sebelumnya, sang pemilik hanya bisa tercengang melihat kandangnya kosong ketika tadi pagi akan memberi pakan. Lokasi kandang berada di area persawahan, jauh dengan permukiman penduduk. Jaraknya dengan rumah korban sekitar 300 meter.
“Sebanyak 308 bebek hilang. Kerugian korban ditafsir sekitar Rp 28 juta,” pungkas Kapolsek Wlingi Kompol Mulyanto, Kamis (13/1/2022).
Menurut pihak kepolisian, lokasi kandang yang jauh dari permukiman menjadi faktor yang memudahkan pelaku melancarkan aksi pencurian. Selain itu, kandang biasanya hanya ditutup dengan ikat tali seadanya, sehingga mudah untuk dilepaskan.
“Kalau yang pencurian di sini (Wlingi) ada barang bukti berupa sarung yang diduga milik pelaku,” tambahnya.
Maraknya aksi pencurian hewan ternak menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan Polres Blitar. Ada dugaan bahwa sebelumnya pelaku mengamati dengan seksama situasi lokasi sasaran sebelum melancarkan aksi. Mereka tak hanya satu orang, namun komplotan yang menggunakan kendaraan roda empat untuk mengangkut ternak hasil curiannya. (k/red)






