Probolinggo, BeritaTKP.com – Aksi bunuh diri hampir dilakukan oleh seorang pemuda yang berasal dari Probolinggo. Pemuda tersebut hendak melompat dari tower setinggi 80 meter usai diduga mengalami masalah percintaan.
Pemuda tersebut diketahui bernama Alan ,20, warga asal Dusun Kaliamas, Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Alan hendak bunuh diri dengan memanjat tower milik salah satu provider di Jalan Sunan Gunung Jati, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedupok, Kota Probolinggo.
Alan terlihat duduk merenung diatas tower. Beberapa kali, dia juga tampak linglung dan tiduran di atas tower. Untuk mencegahnya bunuh diri, keluarga dan polisi mencoba merayunya melalui alat pengeras suara. Namun hal itu tetap dihiraukan oleh Alan.
Aksi penyelamatan ini pun membutuhkan waktu sekitar tiga jam. Mendatangkan mantan pacarnya juga merupakan upaya salah satu penyelamatan dari petugas.
Setelah dirayu ibu dan mantan pacarnya, Alan akhirnya mau turun. Namun, setelah turun 20 meter, Alan kehabisan tenaga dan merasa lemas, hingga bergelantungan di besi penyangga tower.
Petugas provider bersama BPBD juga langsung naik menyelematkan Alan. Setelah berhasil turun, Alan langsung dilarikan ke RSUD dr Mochamad Saleh untuk mendapatkan perawatan medis karena terkena dehidrasi serta akan dilakukan pemulihan mental.
Salah satu warga yang bernama Sulaiman mengaku sempat berbincang dengan korban. Saat itu korban menceritakan bahwa korban tengah galau karena cintanya diputus oleh sang pacar.
Alan juga menceritakan rencananya yang hendak naik tower. Sulaiman awalnya mengira hal ini adalah candaan biasa. Namun dia kaget karena kejadian ini benar dilakukan. Sulaiman bersyukur Alan masih diberi keselamatan, dan gagal mengakhiri hidupnya.
“Sempat tadi cerita kalau stres putus cinta, dan mau naik tower, saya pikir bergurau, setelah ditinggal ternyata dia benar naik tower, dan sudah banyak warga dan petugas di lokasi, beruntung petugas bisa menyelamatkan aksi percobaan bunuh dirinya,” terang Sulaiman, Kamis (16/12/2021).
Sementara itu, pekerja bagian pengawasan di tower tersebut, Iwan Sudarsono, mengatakan bahwa saat proses evakuasi kondisi Alan sudah lemas karena kehabisan tenaga. Dia juga kesulitan menggendong Alan. Namun beruntung proses evakuasi berjalan lancar.
“Sempat kesulitan saat melakukan penyelamatan korban, karena kondisinya lemas kehabisan tenaga, langsung saya gendong untuk turun ke bawah, alhamdulillah Alan bisa diselamatkan,” papar Iwan.
Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wa’di Sabani menyampaikan pihaknya mendapat laporan sekitar pukul 12.40 wib. Selanjutnya, Wa’di akan mendalami percobaan bunuh diri ini dengan memanggil pacar dan keluarganya.
“Ada laporan dari warga sekitar pukul 12.45 wib, anggota kita kerahkan untuk melakukan aksi penyelamatan, cukup lama proses evakuasinya, akan kami lakukan penyelidikan penyebab korban melakukan percobaan bunuh diri, kami berharap aksi serupa tidak terulang kembali, karena perbuatan bunuh diri dilarang oleh agama dan dosa besar,” beber Wa’di.
(k/red)






