JAKARTA, BeritaTKP.com – Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan kerja ke dua provinsi sekaligus pada hari ini Jumat (17/12). Kunjungan itu dilakukan setelah sehari kasus penemuan Omicorn varian baru Covid-19 pertama di Indonesia.

Provinsi Jawa Tengah jadi daerah pertama yang akan dikunjungi oleh presiden Jokowi hari ini. Rombongan kepresidenan berangkat menggunakan pesawat khusus ATT 72-600 dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

“Setibanya di Bandar Udara Ngloram, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, Presiden akan meninjau sejumlah fasilitas bandara dan juga meresmikan bandara tersebut,” berdasarkan dari keterangan tertulis Sekretariat Presiden, Jumat (17/12).

Setelah itu, Jokowi akan mampir ke Pasar Mulyorejo. Dia berencana akan menyerahkan bantuan tunai kepada para pedagang kaki lima dan pemilik warung.

Mantan Wali Kota Solo itu akan langsung bertolak ke Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pada siang harinya. Dia akan istirahat sejenak untuk melaksanakan Salat Jumat berjemaah.

“Menyerahkan bantuan tunai serupa di Alun-Alun Merdeka, Kabupaten Ngawi, usai menunaikan salat Jumat berjemaah. Presiden juga akan diagendakan untuk meninjau fasilitas Pasar Besar Ngawi,” ucap Setpres.

Ibu Negara Iriana akan juga ikut mendampingi presiden Jokowi pada lawatan kali ini. Selain itu, ada pula Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo, serta Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Sebelumnya, pemerintah telah mengumumkan mengenai kasus Covid-19 varian Omicron yang pertama ditemukan di Indonesia. Kasus itu ditemukan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta, Kamis (16/12) kemarin.

Presiden Jokowi langsung memberikan merespons terkait temuan Omicron dengan sejumlah himbauan. Dia menghimbau masyarakat dan pejabat untuk tidak melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.

Dia juga meminta warga yang belum mendapat vaksin Covid-19 untuk segera mengikuti vaksinasi. Dia pun berharap kepada masyarakat tidak panik menghadapi situasi ini.

“Jangan sampai terjadi penularan lokal. Kita harus berupaya menjaga situasi di Indonesia tetap baik. Kita pertahankan jumlah kasus aktif agar tetap rendah, tingkat penulatan kita awasi agar bertahan di bawah 1. Jangan sampai itu melonjak lagi,” ucap Jokowi dalam tayangan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (16/12). (RED)