Polisi membenahi barrier di tengah jalan raya Pantura wilayah Manyar. Pasalnya, banyak crossing melintas disana.
Jalan Raya Manyar, Kabupaten Gresik memiliki permasalahan yang komplek yang ditimbulkan mulai exit tol dirasakan mulai pagi saat jam kerja dan sore hari pulang kerja.
Pemkab Gresik telah berinisiatif memasang barrier di sebelah barat exit tol Manyar hingga depan pintu gerbang Maspion.
Langkah ini diambil sementara, dalam jangka panjang akan dibuat kajian pelebaran jalan, direncanakan sepanjang 3,1 kilometer.
Diatur sedemikian rupa, kendaraan besar yang hendak bongkar muat di kawasan industri tersebut diarahkan masuk melalui pintu timur dan keluar melalui pintu barat.
Namun demikian, ada saja pihak yang tidak bertanggung jawab menepikan barrier yang ditata berjajar di depan pintu sebelah barat kawasan Industri Maspion.
Tak ayal, menyumbang kemacetan arus lalu lintas semakin panjang disebabkan antrian kendaraan yang akan masuk kawasan industri.
Anggota Polsek Manyar merespon cepat. Dipimpin langsung Kapolsek Manyar AKP Windu Priyo Prayitno kembali turun ke jalan membenahi beberapa barrier ke posisi semula.
Setidaknya sudah lebih dari tiga kali barrier beton ditepikan pihak yang tidak bertanggung jawab, lalu dibenahi kembali oleh anggota Polsek Manyar.
Barrier terbuat dari beton ini didorong beramai-ramai oleh Polisi berpakaian dinas ke tengah marka jalan.
Sementara itu Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melalui Kapolsek Manyar AKP Windu menyebut bentuk kepedulian dan pelayanan kepada masyarakat.
“Harapannya, dengan dibenahi kembali barrier tersebut bisa mengurangi kemacetan yang dirasakan pengguna jalan hampir setiap hari,” ucapnya, Jumat (10/12/2021).
Pihaknya mengimbau semua pihak agar menyadari dan tidak mementingkan kepentingan pribadi terkait upaya mengurangi kemacetan arus lalu lintas jalan raya Manyar.
“Pemasangan barrier ini adalah solusi jangka pendek mengatasi kemacetan sebelum dilakukan pelebaran jalan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN),” pungkasnya.
( Rifai )






