TANGGAMUS, BeritaTKP.com – Puluhan siswa SDN 3 Kedaloman, Kabupaten Tanggamus, Lampung, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu siomay. Sejumlah siswa mengalami mual, pusing, hingga muntah dan harus mendapatkan penanganan medis.

Keluhan tersebut mulai diketahui pada Senin (26/10/2026) malam. Polda Lampung menyatakan sampel makanan telah diambil untuk diperiksa guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, petugas kesehatan tengah melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.

“Petugas kesehatan telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut,” kata Yuni, Selasa (27/10/2026).

Sebanyak 27 Siswa Dilaporkan Mengalami Keluhan

Berdasarkan laporan sementara, sekitar 27 siswa mengalami keluhan, terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan.

Gejala berupa mual, pusing, dan muntah mulai diketahui orang tua sekitar pukul 18.00 WIB. Sejumlah orang tua kemudian membawa anak-anak mereka untuk mendapatkan pertolongan medis, termasuk ke tempat praktik Bidan Khairun Nisa di Pekon Campang Kanan.

Selain itu, enam siswa dilaporkan dirujuk ke Puskesmas Talang Padang dan Puskesmas Kedaloman untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Meski demikian, penyebab pasti keluhan yang dialami para siswa belum diketahui. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan untuk memastikan apakah kejadian tersebut berkaitan dengan menu MBG yang dibagikan di sekolah.

Jadwal Distribusi dan Konsumsi Makanan Jadi Perhatian

Makanan yang dikonsumsi para siswa diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pariaman, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus.

Menu MBG tersebut terdiri dari siomay, kentang rebus, kol rebus, tahu putih, telur rebus, bumbu kacang, dan buah semangka.

Dalam laporan awal, makanan disebut didistribusikan pada pukul 08.30 WIB dengan batas waktu konsumsi maksimal pukul 10.00 WIB. Namun, berdasarkan kronologi lainnya, kendaraan pengangkut makanan baru tiba di sekolah sekitar pukul 11.00 WIB.

Perbedaan waktu tersebut masih perlu diklarifikasi oleh pihak terkait.

Polisi juga menerima informasi bahwa sebagian siswa diduga baru mengonsumsi makanan pada sore hari, sekitar pukul 16.00–17.00 WIB.

Kondisi itu disebut berkaitan dengan perubahan jadwal belajar selama renovasi sekolah. Kegiatan belajar di SDN 3 Kedaloman dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelas pagi dan kelas siang.

Polisi Selidiki Dugaan Keracunan MBG

Polda Lampung masih mendalami kejadian tersebut, termasuk memeriksa sampel makanan dan mengklarifikasi kronologi distribusi serta waktu konsumsi.

Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan pada para siswa dan memastikan apakah terdapat kaitan dengan makanan yang dibagikan melalui program MBG.

Hingga Selasa (27/10/2026), penyebab pasti dugaan keracunan tersebut belum diumumkan. Hasil pemeriksaan sampel makanan diharapkan dapat membantu mengungkap faktor yang memicu kejadian tersebut.(æ/red)