SEMARANG, BeritaTKP.com – Polda Jawa Tengah membongkar jaringan perjudian togel yang diduga telah beroperasi selama sekitar 12 tahun di Semarang dan sejumlah wilayah sekitarnya. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap HGP alias KH yang disebut sebagai bos besar togel, bersama sejumlah orang yang diduga terlibat dalam jaringan perjudian tersebut.

Pengungkapan ini turut mengungkap dugaan aktivitas togel yang merujuk pada hasil undian Singapura (SGP), Hong Kong (HK), dan Sydney. Polisi menyita puluhan ribu bendel kupon togel, uang tunai, serta memblokir sejumlah rekening bank yang diduga berkaitan dengan transaksi perjudian.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan mengatakan, praktik perjudian tersebut diduga telah berlangsung sejak 2014.

“ Hasil penyelidikan mengungkap praktik perjudian tersebut diduga telah berjalan sejak 2014 atau selama sekitar 12 tahun,” ujar Roy, Kamis (22/10/2026).

Bos Togel Semarang Ditangkap, Rekening Rp1,94 Miliar Diblokir

HGP alias KH ditangkap dalam operasi di sebuah rumah kontrakan di kawasan Jalan Batan Miroto, Kota Semarang. Dalam operasi tersebut, polisi juga mengamankan lima orang lainnya yang diduga terlibat dalam jaringan perjudian togel.

Dari pengungkapan di Semarang, polisi menyita sebanyak 43.250 bendel kupon togel dan uang tunai senilai Rp19,65 juta.

Penyidik juga memblokir lima rekening bank yang diduga berkaitan dengan aktivitas perjudian tersebut. Total saldo dalam rekening yang diblokir dilaporkan mencapai Rp1,942 miliar.

Polisi kini mendalami pola operasional jaringan, termasuk aliran uang taruhan dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam aktivitas tersebut.

Meski nilai saldo rekening telah disebutkan, penyidik masih menelusuri aliran dana untuk memastikan keterkaitannya dengan dugaan perjudian.

Jaringan Togel Diduga Merambah Demak dan Grobogan

Pengembangan penyidikan membawa polisi ke Kabupaten Demak dan Grobogan. Di Demak, petugas mengungkap dugaan praktik togel dan menangkap tiga orang yang diduga bertugas menerima serta menghimpun angka taruhan dari masyarakat maupun pengecer.

Menurut Kapolda Jateng, angka taruhan tersebut merujuk pada hasil undian dari Singapura, Hong Kong, dan Sydney.

Dari lokasi itu, polisi menyita 8.416 kupon togel. Penyidik juga memblokir rekening yang diduga berkaitan dengan aktivitas perjudian dengan saldo mencapai Rp519.994.717.

Pengungkapan selanjutnya dilakukan di Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Dalam operasi tersebut, polisi menangkap dua orang yang diduga menjadi kurir pengiriman kupon togel dari Demak kepada pengecer di wilayah Grobogan.

Kedua orang itu diduga menggunakan mobil Daihatsu Gran Max untuk mengantarkan kupon. Polisi turut menyita dua kotak besi berisi 421 bendel kupon togel yang diduga digunakan untuk mendukung operasional perjudian.

Rangkaian pengungkapan di tiga wilayah tersebut kini menjadi bagian dari penyidikan Polda Jateng untuk menelusuri jaringan dan aliran dana yang diduga berkaitan dengan praktik perjudian.

Polisi Tegaskan Akan Menindak Pihak yang Diduga Menjadi Beking

Selain mengejar bandar dan pihak yang diduga menjalankan operasional perjudian, Polda Jateng menyatakan akan menyelidiki kemungkinan adanya pihak yang melindungi jaringan tersebut.

Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menegaskan, penindakan juga akan dilakukan terhadap siapa pun yang terbukti menjadi beking praktik perjudian, termasuk apabila melibatkan anggota kepolisian.

Roy menyatakan anggota yang terbukti terlibat akan diproses berdasarkan bukti dan fakta. Sanksi yang dapat dijatuhkan, menurutnya, termasuk pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

Meski demikian, hingga keterangan dalam laporan tersebut disampaikan, belum ada pihak yang secara spesifik disebut telah terbukti menjadi beking jaringan togel tersebut.

Penyidik masih mendalami aliran dana, kemungkinan keterlibatan pihak lain, serta dugaan adanya jaringan yang lebih luas di wilayah Jawa Tengah.(æ/red)