Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

SURABAYA, BeritaTKP.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan sejumlah langkah untuk mendorong Jalan Kunti terbebas dari peredaran narkoba. Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya adalah menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memberikan pelatihan keterampilan agar warga memiliki peluang memperoleh penghasilan.

Langkah tersebut dilakukan setelah kawasan Jalan Kunti, Surabaya, kembali menjadi sasaran penggerebekan narkoba oleh aparat kepolisian. Pemkot berharap pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat mendukung upaya pemberantasan narkoba agar kawasan tersebut tidak kembali menjadi lokasi peredaran barang terlarang.

“Jadi kemarin sudah dilakukan penggerebekan ya oleh Polda Jawa Timur. Saya matur nuwun sehingga nanti kami akan menggerakkan UMKM di sana. Jadi ada pelatihan-pelatihan untuk mendapatkan penghasilan,” kata Eri di Balai Kota Surabaya, Selasa (20/10/2026).

Anak Muda Bakal Didukung Modal Usaha

Eri mengatakan Pemkot Surabaya juga berencana memberikan dukungan modal kepada anak-anak muda di kawasan Jalan Kunti yang ingin bekerja dan menjalankan kegiatan produktif.

Selain pemberdayaan ekonomi, Pemkot berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait rencana pembongkaran sebuah rumah yang disebut digunakan sebagai tempat aktivitas narkoba. Menurut Eri, rumah tersebut berdiri di atas tanah milik PT KAI sehingga tindak lanjutnya perlu melibatkan perusahaan tersebut.

“Yang penting sekarang kita bisa menghilangkan itu (narkoba) dari kawasan Kunti. Tapi jangan kembali, maka pergerakan ekonomi harus terjadi di sana. Jadi mulai pelatihan ibu-ibunya, pelatihan-pelatihan anak muda, terus menggerakkan UMKM yang ada di sana,” ujarnya.

Eri menegaskan Pemkot Surabaya akan mendukung upaya pemberantasan narkoba yang dilakukan Polda Jawa Timur, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dan PT KAI.

Warga Didata untuk Menentukan Program Pemberdayaan

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya, Achmad Zaini, mengatakan pemerintah telah melakukan pendataan kondisi masyarakat dan kebutuhan warga di kawasan Jalan Kunti.

Pendataan tersebut melibatkan lurah, camat, Bhabinkamtibmas, hingga Babinsa. Hasilnya akan menjadi dasar untuk menentukan bentuk pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Salah satu program yang disiapkan adalah pengembangan UMKM dan pelatihan keterampilan bagi warga. Pemkot juga berencana mengembangkan kawasan tersebut menjadi Kampung Bersinar, yakni program yang diarahkan untuk mendukung lingkungan bebas narkoba.

“Akan kami jadikan kampung bersinar, upaya-upaya kami dinas terkait sudah mempunyai program-program buat warga sekitar untuk berusaha seperti UMKM dan pelatihan bagi warga setempat,” kata Zaini.

Melalui program tersebut, Pemkot berharap warga mendapatkan kesempatan mengembangkan usaha dan meningkatkan penghasilan, sekaligus mendukung perubahan lingkungan menjadi lebih baik.

Penggerebekan Jalan Kunti, 19 Orang Diamankan

Sebelumnya, petugas gabungan menggerebek kawasan Jalan Kunti pada Rabu (14/10/2026). Dalam operasi tersebut, sebanyak 19 orang diamankan.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Irwan Kurniawan mengatakan 15 orang dinyatakan positif narkotika jenis sabu berdasarkan hasil tes urine. Sementara itu, dari empat orang yang hasil tes urinenya negatif, dua orang ditemukan membawa sabu dengan berat total 0,35 gram.

Kepala BNNK Surabaya Kombes Heru Prasetyo juga menyampaikan bahwa 17 orang yang diamankan telah direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi rawat inap karena dikategorikan sebagai pecandu narkotika.

Dalam penggerebekan itu, petugas turut menyita 52 paket kecil sabu yang disebut siap edar, 54 alat isap sabu atau bong, tiga timbangan digital, 26 pipet kaca, serta delapan senjata tajam.

Pemkot Surabaya berharap pemberantasan narkoba yang dibarengi pemberdayaan ekonomi dapat membantu mencegah aktivitas serupa kembali terjadi di Jalan Kunti.(æ/red)