SIDOARJO, BeritaTKP.com – Keluarga Alena, bayi berusia 28 hari yang meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, mendapatkan pendampingan psikologis dari Puskesmas Gedangan, Kabupaten Sidoarjo.
Pendampingan tersebut diberikan menyusul duka mendalam yang dirasakan keluarga atas kepergian Alena. Pemerintah Kecamatan Gedangan bersama petugas puskesmas juga telah mendatangi rumah keluarga untuk menyampaikan belasungkawa.
Camat Gedangan, Widia Helita, mengatakan pihaknya bersama perwakilan Puskesmas Gedangan telah bertakziah kepada keluarga pada Selasa (13/10/2026).
Menurut Widia, keluarga masih berduka sehingga belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut kepada awak media.
“Kami tadi hanya takziah ke rumah keluarga. Saat ini, pihak keluarga masih berduka. Kami juga berbela sungkawa,” ujar Widia.
Ia menambahkan, puskesmas turut memberikan pendampingan psikologis guna membantu keluarga menghadapi masa berduka.
Sempat Dirawat Intensif di RSUD Dr. Soetomo
Sebelum meninggal dunia, Alena sempat dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada Jumat (9/10/2026) setelah kondisi kesehatannya memburuk. Bayi tersebut kemudian mendapatkan perawatan di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU), yakni ruang perawatan intensif untuk bayi baru lahir.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah tante Alena membagikan kabar mengenai kondisi bayi tersebut melalui media sosial.
Dalam unggahan keluarga, Alena disebut mengalami demam sebelum diduga diberi telur mentah oleh neneknya dengan maksud menurunkan panas tubuh.
Setelah itu, kondisi bayi dilaporkan memburuk hingga membutuhkan penanganan medis intensif. Namun, penyebab pasti meninggalnya Alena belum dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.
Hubungan langsung antara dugaan pemberian telur mentah dan kondisi medis yang dialami Alena juga belum terkonfirmasi. Pihak rumah sakit sebelumnya menyatakan tidak dapat memberikan keterangan terkait dugaan tersebut karena menyangkut privasi pasien.
Keluarga Meminta Ruang untuk Berduka
Kabar meninggalnya Alena disampaikan oleh akun media sosial milik tantenya pada Minggu (11/10/2026). Dalam unggahan tersebut, keluarga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan doa selama Alena menjalani perawatan.
Keluarga juga mengapresiasi tim medis RSUD Dr. Soetomo serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak atas perhatian dan bantuan yang diberikan.
Di tengah perhatian publik terhadap kasus ini, keluarga berharap dapat menjalani masa berduka dengan tenang. Sementara itu, pendampingan dari pihak puskesmas menjadi salah satu bentuk dukungan bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.
Kasus Alena juga menjadi pengingat pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan ketika bayi mengalami demam atau menunjukkan perubahan kondisi kesehatan, daripada memberikan penanganan berdasarkan dugaan atau informasi yang belum terverifikasi.(æ/red)





