DEPOK, BeritaTKP.com — Empat orang yang diduga anggota gangster ditangkap polisi setelah melakukan pengeroyokan terhadap seorang pengendara sepeda motor di Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Para terduga pelaku juga diduga berusaha membawa kabur sepeda motor milik korban, tetapi gagal karena terkendala sistem penguncian kendaraan.
Peristiwa itu bermula ketika korban berboncengan dengan temannya menggunakan sepeda motor matik. Di tengah perjalanan, sekitar 20 orang yang disebut sebagai anggota kelompok gangster diduga menghadang mereka.
Situasi kemudian memanas. Salah seorang terduga pelaku disebut mengacungkan celurit, sementara kendaraan korban ditabrak hingga terjatuh.
Korban Dikeroyok, Temannya Mencari Pertolongan
Saat korban terjatuh, temannya berusaha menyelamatkan diri dan meminta bantuan warga. Korban yang tertinggal kemudian menjadi sasaran pengeroyokan.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek di sejumlah bagian tubuh, termasuk kepala, tangan, lutut, dan siku.
Setelah korban tidak berdaya, para terduga pelaku diduga mencoba membawa kabur sepeda motor miliknya. Namun, upaya itu gagal karena sistem penguncian kendaraan menggunakan teknologi keyless, sementara remote masih dipegang korban.
Empat Terduga Pelaku Ditangkap Polisi
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka Utama, mengatakan penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta meminta keterangan korban dan sejumlah saksi.
Dari hasil pendalaman tersebut, polisi memperoleh petunjuk mengenai lokasi persembunyian para terduga pelaku.
Tiga orang lebih dahulu diamankan pada Kamis dini hari (8/10/2026). Tidak lama kemudian, seorang terduga pelaku lainnya yang sebelumnya masuk daftar pencarian orang (DPO) juga berhasil ditangkap.
Dengan demikian, total empat orang telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi Dalami Keterlibatan Para Terduga Pelaku
Polisi masih mendalami peran masing-masing orang yang ditangkap dalam dugaan pengeroyokan tersebut. Pemeriksaan juga diperlukan untuk mengungkap rangkaian kejadian dan memastikan keterlibatan mereka dalam upaya membawa kabur kendaraan korban.
Kasus ini menjadi perhatian karena penyerangan tersebut tidak hanya menyebabkan korban mengalami luka, tetapi juga diduga melibatkan sekelompok orang yang menghadang pengendara di jalan.(æ/red)





