PEMALANG, BeritaTKP.com — Proyek pembangunan rumah di Dusun Klesem, Desa Tlagasana, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, berujung tragis. Tanah galian fondasi tiba-tiba longsor dan menimbun dua pekerja hingga meninggal dunia.
Kedua korban diketahui bernama Tamrin (39) dan Ahmad Munir (43), warga setempat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 10.30 WIB, ketika lima pekerja sedang melanjutkan pekerjaan penggalian fondasi rumah.
Tanah Mendadak Longsor
Saat kejadian, Tamrin dan Ahmad berada di dalam lubang galian untuk mempersiapkan bagian fondasi sebelum pemasangan besi.
Namun, tanah di bagian atas galian tiba-tiba longsor dan menimpa kedua pekerja.
Kepala Desa Tlagasana Ridwan mengatakan kondisi tanah di lokasi memang cukup miring. Galian fondasi yang direncanakan memiliki kedalaman sekitar lima meter tersebut baru mencapai sekitar tiga meter ketika tanah di bagian atas ambruk.
“Sehari-hari memang kerja kuli bikin rumah. Sudah mau masuk lubang cakar ayam, mau pasang besi pondasi. Apesnya, tanah yang di atas longsor,” ujar Ridwan.
Warga Berjibaku Evakuasi Korban
Material tanah kemudian menimbun kedua korban. Ketebalan timbunan diperkirakan mencapai sekitar satu meter.
Warga bersama petugas langsung berupaya mengevakuasi kedua pekerja. Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena medan lokasi miring dan material tanah cukup tebal.
Setelah sekitar dua jam, kedua korban akhirnya berhasil dikeluarkan dari dalam galian.
Namun, nyawa Tamrin dan Ahmad tidak tertolong. Keduanya dinyatakan meninggal dunia di lokasi.
Jenazah Dimakamkan Sore Hari
Setelah dievakuasi, kedua jenazah dibawa untuk dimakamkan.
Prosesi pemakaman berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB di pemakaman umum Dusun Klesem.
Peristiwa tersebut kemudian ditangani aparat Polsek Watukumpul, pihak kecamatan, petugas kesehatan, dan Polres Pemalang.
Lokasi kejadian juga telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penanganan lebih lanjut.
Diselesaikan Secara Kekeluargaan
Kepala Desa Tlagasana Ridwan mengatakan persoalan terkait meninggalnya dua pekerja tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Pihak-pihak terkait disebut telah membuat kesepakatan untuk tidak memperpanjang persoalan secara hukum.
“Sudah damai secara kekeluargaan dan sudah dibuat surat pernyataan tidak menuntut,” kata Ridwan.
Kecelakaan kerja tersebut meninggalkan duka bagi warga Dusun Klesem. Dua pekerja yang tengah mencari nafkah harus kehilangan nyawa setelah tanah galian fondasi tiba-tiba longsor.(æ/red)





