SURABAYA, BeritaTKP.com — Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur menunjuk dosen pengganti untuk mata kuliah Bela Negara setelah dosen berinisial HP diduga melontarkan sejumlah ucapan bernuansa seksual dan seksis saat mengajar.
Selama proses pemeriksaan berlangsung, HP untuk sementara tidak diperbolehkan mengajar. Pihak kampus masih melakukan investigasi untuk memastikan dugaan ucapan yang dipersoalkan mahasiswa.
Humas UPN Veteran Jatim Nizwan Amin mengatakan pemeriksaan terhadap HP dilakukan oleh sejumlah pihak di lingkungan kampus.
“Sudah ada dosen pengganti yang ditunjuk. Betul, diminta tidak mengajar selama pemeriksaan. Masih diproses investigasi oleh Koordinator MKU, Satgas PPKBK, dan Dewan Etik Fakultas,” kata Nizwan, Senin (5/10/2026).
Satu Mahasiswa Resmi Melapor
Pihak kampus menyebut saat ini telah menerima satu laporan resmi dari mahasiswa yang mengaku menjadi korban dugaan pelecehan verbal.
Nizwan mengatakan laporan tersebut masih dalam proses penanganan oleh Satgas PPKBK.
“Sementara yang terdata di Satgas PPKBK masih satu orang,” ujarnya.
Kampus juga mengimbau mahasiswa yang merasa mengalami tindakan kekerasan atau pelecehan seksual untuk menggunakan kanal pengaduan yang tersedia.
Mahasiswa dapat menyampaikan laporan secara langsung maupun melalui kanal pengaduan daring yang disediakan kampus.
Dugaan Ucapan Seksis Viral di Media Sosial
Kasus tersebut sebelumnya mencuat setelah unggahan di media sosial menyoroti dugaan ucapan dosen HP ketika mengajar mata kuliah Bela Negara.
Sejumlah mahasiswa kemudian menyampaikan keresahan terkait ucapan yang dinilai tidak pantas dan mengandung unsur seksis.
Mahasiswa berinisial KA mengaku memperoleh informasi tersebut dari sejumlah mahasiswa lain. BEM kemudian turut mengumpulkan informasi dan melakukan advokasi terkait persoalan tersebut.
Menurut KA, informasi awal beredar melalui unggahan anonim mahasiswa yang menyoroti dugaan ucapan seksis dalam kegiatan perkuliahan.
Setelah unggahan tersebut menyebar, KA mengaku menerima informasi lain dari mahasiswa yang menyampaikan pengalaman maupun keresahan serupa.
Kampus Masih Dalami Dugaan Pelanggaran
Salah satu informasi yang diterima KA berkaitan dengan pembahasan materi kesehatan yang kemudian disebut berkembang menjadi pembicaraan mengenai bagian tubuh perempuan.
Seorang mahasiswi disebut merasa tidak nyaman dengan pembahasan tersebut dan memilih meninggalkan ruang kelas.
Namun, seluruh informasi mengenai ucapan dan perilaku dosen tersebut masih menjadi bagian dari proses pendalaman pihak kampus.
UPN Veteran Jatim saat ini masih melakukan investigasi melalui Koordinator MKU, Satgas PPKBK, dan Dewan Etik Fakultas.
Selama proses tersebut berlangsung, HP tidak mengajar dan telah digantikan oleh dosen lain.
Pihak kampus juga menegaskan pentingnya mahasiswa melaporkan dugaan kekerasan atau pelecehan seksual melalui jalur resmi agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur.(æ/red)





