PEMALANG, BeritaTKP.com— Muhamad Hasbi Al-Aqib atau Aqib (7), siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Pemalang, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah sebelumnya diduga menjadi korban perundungan oleh kakak kelasnya.

Sebelum meninggal, Aqib disebut sempat memberikan petunjuk kepada keluarganya mengenai sosok yang diduga terlibat. Sang ayah, Nurwandi, mengatakan anaknya menunjuk foto tiga siswa ketika ditanya mengenai orang yang diduga melakukan kekerasan terhadapnya.

“Anak saya sebelum meninggal sudah mengatakan siapa saja yang memukulnya. Ketika diperlihatkan foto, dia menunjuk tiga anak,” ujar Nurwandi di rumah duka.

Menurut keterangan keluarga, tiga siswa tersebut merupakan kakak kelas Aqib. Namun, pihak keluarga masih menunggu kejelasan dari sekolah dan proses penyelidikan lebih lanjut.

Sempat Dirawat Sembilan Hari

Ibu korban, Diah Indriyanti (36), mengatakan kondisi Aqib mulai berubah setelah mengalami sakit.

Aqib sempat menjalani perawatan di RSUD M Azhari selama sekitar sembilan hari sejak Kamis (17/9/2026). Setelah itu, ia sempat diperbolehkan pulang dan berada di rumah selama tiga hari.

Namun, kondisi Aqib kembali memburuk hingga akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit pada Rabu (30/9) sore.

Diah mengatakan perubahan kondisi anaknya cukup terlihat. Aqib yang sebelumnya dikenal ceria dan memiliki nafsu makan baik menjadi lebih pendiam.

“Biasanya ceria, tapi berubah menjadi pendiam,” ujar Diah.

Sempat Cerita kepada Dokter

Menurut Diah, Aqib baru menceritakan dugaan perundungan yang dialaminya setelah menjalani pemeriksaan medis.

Kepada keluarga, korban hanya memberikan sebagian informasi mengenai kejadian tersebut. Diah mengetahui dugaan kekerasan terjadi saat jam istirahat, tetapi belum mengetahui secara pasti kapan peristiwa itu berlangsung.

Keluarga kemudian mengetahui adanya dugaan kekerasan setelah Aqib menceritakan pengalamannya.

Diah juga menyebut terdapat tanda-tanda cedera pada bagian tubuh anaknya dan korban sempat mengeluhkan rasa sakit.

“Anak merasakan sakit-sakit dan mengeluhkan perutnya sakit,” kata Diah.

Polisi Masih Selidiki

Kasus tersebut kini menjadi perhatian aparat kepolisian. Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak untuk mengungkap dugaan perundungan yang dialami Aqib.

Polisi sebelumnya juga meminta masyarakat tidak menyebarkan identitas anak-anak yang diduga terlibat sebelum proses penyelidikan menghasilkan kesimpulan.

Hingga kini, dugaan keterlibatan kakak kelas dalam peristiwa tersebut masih harus dibuktikan melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan kepolisian.(æ/red)