SAMPANG,-BeritaTKP.Com- Pelayanan kesehatan harusnya mengutamakan keselamatan tapi ini malah tidak contohnya seperti Puskesmas Kedungdung, Kabupaten Sampang, yang menuai sorotan tajam. Seorang warga Desa Bapelle, Kecamatan Robatal, yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) diduga ditolak saat hendak mendapatkan pertolongan pertama, hanya karena tidak membawa Kartu Keluarga (KK).
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 4 Oktober 2026. Korban yang mengalami luka akibat kecelakaan segera dilarikan warga ke Puskesmas Kedungdung karena dinilai sebagai fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan darurat.
Namun setibanya di Puskesmas, korban bukannya mendapat penanganan medis, melainkan diminta untuk dibawa ke Puskesmas Robatal dengan alasan tidak membawa persyaratan administrasi berupa Kartu Keluarga.

Penolakan tersebut memicu kekecewaan dan kemarahan warga yang mengantar korban. Mereka menilai tindakan petugas tidak mencerminkan prinsip kemanusiaan dalam pelayanan gawat darurat.
“Di mana kemanusiaannya? Darah masih mengalir, nyawa sedang dipertaruhkan, yang ditanya malah surat-surat. Apa kalau ada KK lukanya bisa sembuh sendiri?” ujar salah satu warga yang ikut membawa korban dengan nada kecewa.
Padahal, Puskesmas Robatal yang disarankan petugas memiliki jarak tempuh lebih jauh dan membutuhkan waktu lebih lama, sementara kondisi korban membutuhkan penanganan cepat.
Warga mempertanyakan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan di Puskesmas Kedungdung. Sejumlah kejanggalan yang menjadi sorotan warga antara lain, apakah pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat harus menunggu kelengkapan berkas, mengapa Kartu Keluarga dianggap lebih penting daripada keselamatan nyawa pasien, dan mengapa pasien harus dirujuk ke tempat yang lebih jauh saat kondisinya kritis.
Puskesmas seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberikan pertolongan, tanpa membeda-bedakan asal wilayah pasien, terutama dalam kondisi darurat.
Atas kejadian ini, warga Desa Bapelle mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang untuk mengevaluasi total prosedur pelayanan di Puskesmas Kedungdung. Warga menegaskan, dalam kondisi kegawatdaruratan, pelayanan medis harus didahulukan daripada urusan administrasi.
“Kami tidak minta diistimewakan, kami hanya minta diselamatkan. Itu saja. Jangan sampai ada nyawa melayang hanya karena selembar kertas tertinggal di rumah,” pungkas warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Kedungdung belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. (PTY)





