
SURABAYA | BeritaTKP.com — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan bersama Mabes Polri kembali mengidentifikasi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8. Hingga Rabu (30/9/2026) malam, sebanyak 10 jenazah berhasil diketahui identitasnya.
Dengan tambahan tersebut, total korban yang telah teridentifikasi mencapai 51 jenazah dari 74 kantung jenazah yang telah diterima RS Bhayangkara.
Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes dr Moch Sofwan mengatakan proses identifikasi masih terus dilakukan terhadap korban yang belum diketahui identitasnya.
“Dengan ini jumlah jenazah yang berhasil teridentifikasi berjumlah 51 jenazah. Total yang diterima oleh RS Bhayangkara sebanyak 74 kantung jenazah,” ujar Sofwan, Kamis (1/10/2026).
23 Korban Masih dalam Proses Identifikasi
Tim DVI menggunakan sejumlah metode untuk memastikan identitas para korban. Proses tersebut dilakukan melalui pemeriksaan ciri primer maupun sekunder, termasuk data gigi, properti yang ditemukan bersama korban, serta metode identifikasi lainnya.
Dari keseluruhan korban yang telah teridentifikasi, sejumlah di antaranya berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Tim DVI Polda Kalsel masih berupaya mengidentifikasi 23 korban lainnya yang hingga kini belum diketahui identitasnya.
Daftar 10 Korban yang Berhasil Diidentifikasi
Berikut nama korban KM Virgo Transport 8 yang berhasil diidentifikasi hingga Rabu (30/9/2026):
- Mohamat Sholeh (33) — Grobogan, Jawa Tengah
- Gondham Prakoso (32) — Jombang, Jawa Timur
- Doddy Soemarno (37) — Ngawi, Jawa Timur
- Jevon Joechil Jotham (19) — Karanganyar, Jawa Tengah
- Sutila (42) — Sumenep, Jawa Timur
- Aman Rahmandana (19) — OKU Timur, Sumatera Selatan
- Erna (60) — Tapin, Kalimantan Selatan
- Yudi Arisandi (36) — Surabaya, Jawa Timur
- Dana Hariyanto (38) — Boyolali, Jawa Tengah
- Nasib (43) — Labuhanbatu, Sumatera Utara
Jenazah korban yang telah teridentifikasi disebut sudah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk proses pemulangan dan pemakaman.
Proses identifikasi terhadap korban lainnya masih dilanjutkan oleh tim DVI. Pihak kepolisian juga terus berkoordinasi dengan keluarga untuk melengkapi data yang diperlukan dalam proses identifikasi.(æ/red)





