CIKAMPEK, BeritaTKP.com — Sebuah sepeda motor tertemper kereta api KA 24 Argo Merbabu rute Gambir-Semarang Tawang di perlintasan sebidang dekat Stasiun Cikampek, Kamis (24/9/2026).

Insiden tersebut terjadi setelah sejumlah pengendara sepeda motor nekat melintasi perlintasan meski palang pintu sudah dalam kondisi tertutup sebagai tanda kereta akan segera melintas.

Berdasarkan video yang beredar, beberapa pengendara berhasil melewati jalur rel. Namun, pengendara motor yang berada paling belakang justru terjebak di tengah situasi lalu lintas yang padat.

Pada saat bersamaan, KA 24 Argo Merbabu melintas dan terjadi kontak dengan sepeda motor tersebut.

Terhalang Motor dari Arah Berlawanan

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, membenarkan kejadian tersebut.

Menurut Franoto, palang pintu perlintasan sudah tertutup ketika kereta hendak melintas. Masinis juga telah membunyikan klakson lokomotif berulang kali.

Namun, masih terdapat pengendara yang mencoba menerobos perlintasan.

Situasi semakin berisiko ketika sepeda motor tersebut hendak melewati jalur rel, tetapi terhalang oleh pengendara motor lain dari arah berlawanan yang disebut melawan arus.

Tak lama kemudian, KA Argo Merbabu melintas hingga terjadi kontak antara kereta dan sepeda motor.

Pengendara Tinggalkan Lokasi

KAI menyebut pengendara sepeda motor dilaporkan tidak mengalami luka dalam kejadian tersebut.

Setelah insiden, pengendara langsung meninggalkan lokasi sehingga petugas tidak sempat melakukan pendataan maupun mengetahui identitasnya.

KAI Daop 1 Jakarta kembali mengingatkan pengguna jalan agar tidak menerobos perlintasan ketika palang sudah ditutup.

KAI Ingatkan Bahaya Menerobos Perlintasan

Franoto menegaskan palang pintu yang telah tertutup merupakan tanda bahwa perjalanan kereta api akan segera berlangsung. Pengguna jalan diminta berhenti di tempat yang aman dan menunggu hingga kereta selesai melintas.

Kereta api juga membutuhkan jarak dan waktu untuk berhenti sehingga tidak dapat melakukan pengereman mendadak ketika terdapat kendaraan yang masuk ke jalurnya.

Karena itu, KAI mengimbau masyarakat untuk tidak menerobos palang, tidak melawan arus, serta tidak menggunakan celah atau akses yang bukan merupakan perlintasan resmi.

KAI juga mengajak masyarakat ikut menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan menaati rambu dan aturan di setiap perlintasan sebidang.(æ/red)