PROBOLINGGO, BeritaTKP – Kasus pembacokan terhadap Supandang (40), warga Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, memasuki babak baru. Polisi telah menetapkan satu orang sebagai tersangka dalam kasus yang diduga dipicu persoalan sisa utang Rp500 ribu tersebut.
Supandang dibacok di Jalan Desa Tunggakcerme, Kecamatan Wonomerto, pada Selasa (11/8/2026). Korban sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Ar Rozy, Kota Probolinggo, sebelum dirujuk ke RSUD dr Soebandi Jember.
Namun, setelah menjalani perawatan, korban akhirnya meninggal dunia pada Sabtu (15/8/2026).
Berawal dari Tagihan Utang
Kasus tersebut diduga bermula dari persoalan utang yang telah berlangsung sekitar satu tahun. Korban diketahui mendatangi pihak yang memiliki sisa utang untuk menagih pembayaran sebesar Rp500 ribu.
Namun, proses penagihan diduga berujung cekcok hingga terjadi pembacokan. Supandang mengalami sejumlah luka akibat senjata tajam, termasuk pada bagian leher dan punggung.
Polisi Baru Tetapkan Satu Tersangka
Sempat beredar informasi di masyarakat bahwa pembacokan dilakukan oleh dua orang yang disebut merupakan ayah dan anak.
Namun, polisi menegaskan hingga kini baru satu orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, mengatakan penyidik masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk memastikan keterlibatan pihak lain.
“Yang berhasil kita buktikan itu hanyalah satu,” ujar Zainullah, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, tersangka yang telah ditetapkan saat ini merupakan anak dari pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Ayah Tersangka Masih Diperiksa
Sementara itu, ayah tersangka masih menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Polisi tidak menutup kemungkinan statusnya berubah apabila ditemukan bukti yang menunjukkan keterlibatannya.
Kapolsek Wonomerto AKP Bagus Purnama membenarkan bahwa proses penyidikan masih berlangsung.
“Betul, masih satu yang ditetapkan tersangka, namun ayah pelaku masih kita periksa, kalau terbukti ya kita tahan dan dijadikan tersangka juga,” ujarnya.
Polisi kini masih mendalami kronologi lengkap pembacokan yang berujung pada meninggalnya Supandang, termasuk memastikan apakah benar terdapat dua orang yang terlibat dalam kejadian tersebut.(æ/red)





