PAMEKASAN, BeritaTKP – Kasus meninggalnya seorang anak perempuan berusia 10 tahun berinisial TD di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, masih didalami kepolisian. Korban diduga mengalami penganiayaan yang dilakukan ibu kandungnya, DA (31).

Peristiwa tersebut terjadi di rumah korban di Dusun Karang Dalem, Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Senin (17/8/2026).

Kerabat keluarga, Farida, mengatakan kondisi DA disebut mengalami perubahan setelah terjadi persoalan dalam keluarganya. Menurut dia, DA pernah mengalami kondisi psikologis yang buruk sekitar dua tahun lalu.

“Dua tahun lalu pernah kambuh, sampai ngamuk-ngamuk, bahkan pernah dirantai. Ya, itu semenjak keretakan dengan keluarganya,” ujar Farida, Selasa (18/8/2026).

Farida menyebut DA juga harus mengasuh dan memenuhi kebutuhan tiga anaknya. Kondisi DA disebut kembali memburuk beberapa hari sebelum peristiwa yang menimpa TD.

Korban Ditemukan di Depan Rumah

Sebelum kejadian, DA disebut meminta ibunya yang merupakan nenek korban untuk membeli makanan bersama dua anak lainnya. Saat rumah dalam keadaan sepi dan hanya ada DA bersama TD, dugaan penganiayaan terjadi.

Sekitar pukul 11.00 WIB, nenek korban kembali ke rumah dan menemukan TD dalam kondisi terluka di teras.

Warga kemudian membawa korban ke Puskesmas Pademawu. Karena kondisinya membutuhkan penanganan lebih lanjut, korban dirujuk ke RSUD Pamekasan. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Setelah mengantar korban mendapatkan pertolongan medis, nenek korban kembali ke rumah. Rumah tersebut diketahui dalam keadaan terkunci dari dalam.

Warga bersama petugas kepolisian kemudian membuka paksa pintu rumah. DA ditemukan berada di dalam rumah dan selanjutnya diamankan polisi.

Polisi Dalami Kondisi Kejiwaan

Kasi Humas Polres Pamekasan IPDA Yoni Evan Pratama mengatakan penyidik masih mendalami kasus tersebut.

“Masih kami dalami, Mas,” kata Yoni.

Polisi juga menelusuri informasi mengenai kondisi kejiwaan DA yang disebut telah berlangsung sejak 2020.

“Sejak 2020, namun belum pernah melakukan hal serupa seperti yang dialami kemarin,” ujarnya.

Meski demikian, polisi belum menyimpulkan kondisi kejiwaan DA sebagai penyebab peristiwa tersebut. Penyidik masih memerlukan pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi DA.

Saat ini DA masih diamankan di Polres Pamekasan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis atau psikiater serta terus mengumpulkan keterangan saksi dan bukti untuk mengungkap secara utuh peristiwa tersebut.(æ/red)