Kupang, BeritaTKP.com – Kondisi Jessica Sofia Tunardjo, mahasiswi semester 10 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana), yang sempat mengalami depresi setelah ujian skripsinya dikabarkan batal hingga 12 kali, kini dilaporkan terus menunjukkan perkembangan positif.
Jessica saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Wira Sakti Kupang sejak Senin (3/8/2026). Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, kondisi fisik maupun psikisnya terus membaik.
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, yang menjenguk Jessica pada Selasa (4/8/2026), mengatakan bahwa mahasiswi tersebut kini terlihat jauh lebih ceria dan sehat dibanding sebelumnya.
“Kondisinya sudah semakin baik, semakin ceria, dan semakin sehat. Saya yakin dalam waktu dekat sudah 100 persen sehat. Secara fisik maupun psikis saya melihat sudah ada kemajuan,” ujar Johni.
Dalam kesempatan tersebut, Johni juga mengajak masyarakat untuk menyikapi kasus yang menjadi perhatian publik ini secara bijaksana. Menurutnya, setiap persoalan memiliki sudut pandang yang berbeda sehingga tidak boleh terburu-buru mengambil kesimpulan.
“Tadi saya mendengar cerita versi dari Jessica, dan kita tidak tahu bagaimana versi dari dosennya. Sehingga kita perlu bijak memandang dan menyikapi kondisi ini,” katanya.
Ia menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi dunia pendidikan agar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan kepedulian terhadap kondisi peserta didik.
Johni mengimbau seluruh tenaga pendidik, mulai dari guru hingga dosen, untuk menjalankan tugas dengan hati nurani dan ketulusan.
Menurutnya, pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sarana membentuk karakter, etika, dan budi pekerti. Karena itu, peserta didik perlu mendapatkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta bebas dari tekanan maupun rasa takut agar dapat berkembang menjadi generasi yang sehat dan berkarakter.
Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Tk. III Wira Sakti Kupang, Letkol Ckm dr. Aan Riswandi, menjelaskan bahwa kondisi Jessica terus mengalami kemajuan sejak menjalani perawatan.
Saat pertama kali dirawat, Jessica mengeluhkan vertigo atau pusing berputar yang disertai mual. Namun setelah mendapatkan penanganan medis, keluhan tersebut berangsur membaik.
“Keluhan vertigo yang dialami pasien sudah jauh berkurang. Kondisi umum pasien juga terus membaik. Apabila perkembangannya tetap stabil, diperkirakan dalam satu hingga dua hari ke depan pasien sudah dapat kembali ke rumah untuk melanjutkan pemulihan,” jelas dr. Aan.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini fokus tim medis masih tertuju pada pemulihan kondisi fisik Jessica. Selama menjalani perawatan, Jessica ditempatkan di ruang rawat VIP agar proses pemulihan berlangsung lebih nyaman dan optimal.
Kasus yang menimpa Jessica sebelumnya menjadi perhatian luas setelah muncul informasi bahwa ujian skripsinya diduga mengalami pembatalan sebanyak 12 kali oleh salah seorang dosen. Peristiwa tersebut memicu berbagai tanggapan dari masyarakat dan menjadi sorotan terkait pentingnya menjaga kesehatan mental mahasiswa dalam lingkungan pendidikan tinggi.(æ/red)





