Blora, BeritaTKP.com – Kecelakaan antara sebuah truk dan Kereta Api (KA) Ambarawa Ekspres relasi Surabaya Pasarturi–Semarang Poncol terjadi di perlintasan sebidang JPL 80, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu (1/8/2026). Insiden tersebut mengakibatkan truk terseret sekitar 100 meter, lokomotif mengalami kerusakan, dan perjalanan kereta sempat terganggu.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di KM 50+0/1 jalur hilir, tepatnya di petak jalur antara Stasiun Doplang dan Stasiun Sulur. Perlintasan tempat kejadian diketahui dijaga secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Benturan keras membuat truk mengalami kerusakan parah, sementara lokomotif KA Ambarawa Ekspres mengalami gangguan teknis sehingga kereta harus melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di lokasi kejadian. Penghentian dilakukan agar Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) dapat memeriksa kondisi rangkaian kereta sebelum perjalanan dilanjutkan.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, memastikan seluruh awak kereta dalam kondisi selamat. Namun hasil pemeriksaan menemukan kerusakan pada bagian lokomotif.

“Kami segera mengirimkan lokomotif pengganti dari Depo Lokomotif Semarang Poncol agar perjalanan kereta dapat dilanjutkan setelah seluruh pemeriksaan teknis selesai,” ujar Luqman.

Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan selang air brake pada lokomotif patah sehingga kereta tidak dapat langsung melanjutkan perjalanan. Setelah lokomotif pengganti tiba dan seluruh pemeriksaan teknis dinyatakan selesai, KA Ambarawa Ekspres kembali diberangkatkan dari Stasiun Sulur pada pukul 10.20 WIB.

Truk Terlempar, Ban Hantam Motor

Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Kanit Reskrim Polsek Jati, Ipda Adi Bowo, mengatakan berdasarkan keterangan saksi, truk melintas dari arah utara menuju selatan saat kereta melaju di jalur tersebut.

“Dengan adanya laporan tersebut kemudian petugas Polsek Jati bersama Unit Gakkum dan Inafis Polres Blora mendatangi TKP untuk melakukan olah TKP,” kata Adi.

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan truk tertemper kereta hingga terseret sekitar 100 meter.

“Sedangkan bodi truk terseret dan berada di tengah-tengah rel hulu dan hilir, sedangkan salah satu ban truk terlempar dan menghantam Honda Supra-X Nopol K-5111-GN yang sedang parkir di tepi sawah dekat kejadian,” jelasnya.

Akibat insiden tersebut, sopir truk mengalami luka berat berupa robek di kepala dan pelipis kanan, pembengkakan pada leher, serta fraktur tertutup pada paha kanan. Korban sempat mendapatkan penanganan medis di UPTD Puskesmas Doplang sebelum dirujuk ke salah satu rumah sakit di Solo untuk perawatan lebih lanjut.

Sementara itu, petugas mengevakuasi bangkai truk yang ringsek agar jalur rel kembali aman dan tidak mengganggu operasional perjalanan kereta api.

KAI Perkuat Edukasi Keselamatan Perlintasan

KAI Daop 4 Semarang menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas gangguan perjalanan KA Ambarawa Ekspres akibat kecelakaan tersebut.

“Kami menyayangkan kejadian ini dan memohon maaf kepada pelanggan kereta api, khususnya pengguna KA Ambarawa Ekspres yang perjalanannya mengalami gangguan,” ujar Luqman.

Ia menegaskan keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama. Penanganan kecelakaan dilakukan sesuai prosedur sebelum kereta kembali dioperasikan.

Selain itu, KAI terus memperkuat upaya pencegahan kecelakaan di perlintasan sebidang. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, KAI Daop 4 Semarang telah melaksanakan 216 kegiatan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, 21 sosialisasi keselamatan perkeretaapian di sekolah, serta menutup 14 perlintasan liar yang dinilai membahayakan perjalanan kereta maupun pengguna jalan.

KAI kembali mengimbau masyarakat agar selalu mendahulukan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang, berhenti sebelum rel, melihat ke kanan dan kiri, serta memastikan jalur benar-benar aman sebelum melintas.

“Keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan masyarakat terhadap aturan di perlintasan sebidang sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa,” pungkas Luqman.(æ/red)