TULANG BAWANG, BeritaTKP.com – Kasus perkelahian antar-pelajar kelas VII di SMP Negeri 5 Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, sempat viral di media sosial dan memicu perhatian publik setelah salah satu insiden membuat korban mengalami patah tulang. Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang lantas memberikan klarifikasi tegas bahwa peristiwa tersebut murni perorangan akibat konflik lama, dan bukan merupakan aksi perundungan (bullying).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang, M. Ami Ismet Balau, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menelusuri insiden ini dan mendapati ada dua kasus perkelahian berbeda yang melibatkan siswa kelas VII, di mana akar permasalahannya sudah terpelihara sejak mereka masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
“Itu bukan aksi bullying. Ada dua kasus perkelahian yang melibatkan siswa kelas VII. Meski pelaku dan lokasi kejadiannya berbeda, bibit permusuhan itu sudah terbawa sejak mereka masih bersekolah di SD yang sama,” ujar Ami, Senin (27/7/2026).
Berikut adalah rincian dari kedua insiden perkelahian tersebut:
- Perkelahian Pertama di Ruang Kelas VII B (18 Juli 2026) Peristiwa pertama terjadi pada Sabtu (18 Juli 2026) sekitar pukul 09.25 WIB di dalam ruang kelas VII B saat guru mata pelajaran sedang keluar kelas untuk mengisi tinta spidol.
- Pemicu: Seorang siswa berinisial FA menjitak kepala MN. Ketika siswa lain berinisial AS menertawakan kejadian itu, FA bersama rekannya, RA, justru mengancam NO untuk memukul AR.
- Akibat: Karena merasa tertekan, NO memukul AR hingga memicu perkelahian antarkeduanya yang baru bisa dilerai setelah guru kembali masuk kelas.
- Penyelesaian: Video perkelahian ini sempat disebarkan oleh FA lewat status WhatsApp. Namun, pada Senin (20/7/2026), pihak sekolah mempertemukan kedua belah pihak keluarga yang ternyata saling bertetangga. Kasus ini diselesaikan secara damai melalui surat perjanjian bermaterai, dan pihak sekolah menjatuhkan sanksi disiplin kepada NO serta dua siswa provokator, FA dan RA.
- Duel di Kebun Karet Berujung Patah Tulang (24 Juli 2026) Insiden kedua terjadi pada Jumat (24/7/2026) usai jam pelajaran sekolah berakhir dan melibatkan siswa berinisial MAR dan DF.
- Pemicu: Cekcok bermula dari aksi saling mengejek nama orang tua di dalam kelas. Situasi memanas setelah DF diduga mencekik MAR. Meski sempat dilerai rekan-rekannya, DF dilaporkan tetap menantang MAR untuk berduel di luar lingkungan sekolah.
- Lokasi & Akibat: Keduanya kemudian bertarung di sebuah kebun karet di Jalan Jahe, Desa Dente Makmur, dengan disaksikan sekitar 20 orang siswa. Dalam duel tersebut, MAR membanting DF hingga mengakibatkan lengan korban mengalami patah tulang.
- Penyelesaian: Usai menerima laporan keluarga, pihak sekolah langsung memfasilitasi mediasi pada Sabtu (25/7/2026) dengan melibatkan Kepala Desa Dente Makmur dan Kepala Desa Way Dente. Orang tua MAR mendatangi korban untuk meminta maaf serta menyatakan kesiapan penuh menanggung seluruh biaya pengobatan korban. Kedua keluarga sepakat menempuh jalur damai.
Langkah Antisipasi Kepolisian Meski kedua belah pihak keluarga telah sepakat berdamai secara kekeluargaan, pihak Dinas Pendidikan melalui pengawas sekolah tetap melaporkan kronologi lengkap kedua insiden tersebut kepada Polsek Dente Teladas. Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif guna menghindari potensi konflik lanjutan maupun masalah hukum di kemudian hari.(æ/red)





