PALU, BeritaTKP.com – Jajaran kepolisian dari Polresta Palu bergerak cepat mengusut kasus pembunuhan sadis yang menimpa satu keluarga di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Identitas terduga pelaku pembunuhan yang menewaskan seorang ayah berinisial J (32) dan balitanya R (2) kini telah dikantongi oleh pihak berwenang.
Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP Ismail Boby, mengungkapkan bahwa terduga pelaku berinisial AK yang merupakan rekan kerja korban saat ini masih dalam pengejaran intensif oleh Tim Jatanras Polresta Palu bersama Unit Reskrim Polsek Palu Selatan.
“Untuk identitas terduga pelaku sudah kami ketahui. Saat ini tim Jatanras yang dipimpin Ipda Rastra bersama Kanit Reskrim Polsek Palu Selatan Ipda Ridho, masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku,” ujar Ismail Boby, Senin (27/7/2026).
Kronologi Singkat dan Modus Penyerangan Berdasarkan hasil pendalaman dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah fakta baru terkait peristiwa berdarah tersebut:
- Pertemuan Sebelum Kejadian: Pada sore hari sebelum insiden terjadi, korban J sempat mendatangi rumah terduga pelaku AK bersama bosnya guna mengambil sepeda motor.
- Luka Tusuk pada Ayah: Korban J diduga diserang terlebih dahulu oleh pelaku menggunakan senjata tajam, mengingat ditemukannya beberapa luka tusuk pada tubuh korban.
- Dugaan Penyebab Kematian Balita: Berbeda dengan ayahnya, balita berusia 2 tahun berinisial R diduga tewas bukan akibat senjata tajam, melainkan akibat dibekap. Polisi menduga wajah korban dibekap menggunakan bantal atau benda lain.
- Kondisi Sang Ibu: Istri korban sekaligus ibu dari balita tersebut yang berinisial NH (23) berhasil selamat meski menderita luka berat, dan saat ini masih menjalani perawatan medis intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Palu.
Motif Masih Didalami Meskipun identitas terduga pelaku telah dikantongi dan dipastikan tidak memiliki hubungan keluarga dengan korban melainkan sebatas rekan kerja, pihak kepolisian belum dapat memastikan motif di balik aksi pembunuhan keji tersebut. Polisi menegaskan baru akan mengungkap motif dan kronologi lengkap setelah pelaku berhasil ditangkap.
Pihak Polresta Palu juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya serta menyebarkan video-video yang belum tentu kebenarannya di media sosial.
“Polresta Palu masih dalam pengejaran tersangka. Mohon doa dari rekan-rekan media dan masyarakat agar pelaku segera dapat ditangkap,” pungkasnya.(æ/red)





