MOROWALI, BeritaTKP.com – Aksi main hakim sendiri (eigenrichting) kembali memakan korban jiwa. Seorang pemuda asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, bernama Setiawan (33), tewas mengenaskan setelah menjadi sasaran amuk massa di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Peristiwa berdarah yang videonya sempat viral di berbagai platform media sosial ini terjadi pada Sabtu (25/7/2026) malam.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Morowali, AKP Rustang, membenarkan adanya insiden pengeroyokan maut tersebut. Ia menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika korban dituduh hendak mencuri sepeda motor milik salah seorang pengunjung di depan sebuah toko.

Alih-alih langsung menyerahkan terduga pelaku kepada pihak berwajib, situasi di lokasi justru memanas hingga memicu aksi pengeroyokan massal oleh warga setempat.

“Korban diamankan oleh masyarakat karena dituduh mencuri motor. Korban dimassa hingga luka-luka dan meninggal dunia,” ujar AKP Rustang saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2026).

Evakuasi Sempat Dibawa ke Klinik IMIP dan RSUD Bungku Personel Polres Morowali yang menerima laporan darurat langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP). Namun, setibanya di lokasi, petugas mendapati ratusan warga telah memadati tempat kejadian dan korban sudah tergeletak dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Polisi lantas segera mengevakuasi korban ke Klinik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) guna mendapatkan pertolongan medis darurat. Mengingat kondisi luka parah yang dialami korban terus memburuk, Setiawan kemudian dirujuk ke RSUD Bungku.

Nahas, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di rumah sakit. Jenazah korban kini telah dipulangkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga di kampung halamannya di Kabupaten Sinjai.

Polisi Usut Dua Perkara Sekaligus Menanggapi insiden tersebut, Polres Morowali menegaskan akan mengusut tuntas seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi, baik terkait dugaan tindak pidana pencurian sepeda motor yang menjadi pemicu awal, maupun kasus pengeroyokan berujung maut yang merenggut nyawa korban.

“Kami selidiki semuanya itu, mulai dugaan pencurian motor maupun pengeroyokannya,” tegas Rustang.

Saat ini, kepolisian tengah mengidentifikasi para pelaku yang terlibat dalam aksi main hakim sendiri berdasarkan keterangan saksi-saksi dan bukti di lapangan. Pihak kepolisian juga mengimbau pemilik kendaraan yang merasa dirugikan untuk segera membuat laporan resmi, serta meminta keluarga korban untuk melaporkan kasus pengeroyokan tersebut agar proses hukum dapat berjalan transparan dan berkeadilan.(æ/red)